Polisi akan Profesional Tangani Kematian Ramiza yang Digigit Anjing

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 09 Agu 2017 11:29 WIB
Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Penyelidikan kematian Ramiza Bazigha (8) digigit pitbull, akan dilakukan secara profesional. Apakah nanti menemukan unsur kelalaian atau tindak pidana lain dari peristiwa tragis menimpa siswi kelas 2 sekolah dasar itu, Polresta Malang tetap membeberkan.

"Kita ingin profesional dan semua akan kita gali bagaimana nantinya menyelesaikan penanganan kasus ini. Sampai kini, belum bisa ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran hukum lainnya," ungkap Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Heru Dwi Purnomo kepada detikcom, Rabu (9/8/2017).

Langkah ini, kata Heru, agar tidak memunculkan persoalan di kemudian hari pasca kematian Ramiza akibat digigit anjing. Apa saja sudah dilakukan, Heru mengaku sudah meminta keterangan para saksi, baik dari keluarga, warga, maupun menelusuri asal usul korban.

"Semua sudah kami periksa, termasuk mengetahui asal usul korban," beber Heru.

Polisi juga melakukan karantina terhadap Sapi, anjing jenis Bully Classic yang menggigit Ramiza, selama 14 hari. Pengambilan sampel darah melibatkan ahli hewan dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Malang.

"Karantina akan selama 14 hari, dari pengambilan sampel tanggal 7 Agustus kemarin. Obsevasi selama karantina untuk melihat detil kondisi dari anjing itu. Apakah mengidap virus rabies atau tidak," jelas Heru.

Dikatakan, hasil keterangan dari para saksi diduga kuat korban mendekati kandang hingga akhirnya digigit oleh anjing sudah dipelihara selama empat tahun itu.

"Ada dugaan kasih makan, ada yang bilang korban mendekati dan digigit. Keluarga menduga kuat, korban mendekati hingga kemudian digigit. Kalau soal mengambil boneka yang jatuh itu tidak ditemukan fakta di TKP," ujar Heru.

Hasil otopsi juga mengungkap, Ramiza tewas karena pendarahan dari luka di bagian leher. "Pendarahan karena luka menyebabkan korban meninggal," terang Heru. (fat/fat)