"Kami sempat kaget saat melihat di ruang rehabilitasi. Kok hilang, setelah saya cek kok plafon jebol. Langsung kami cari," ujar Mohammad Norawi, Sekretaris Dinas Sosial Banyuwangi, kepada detikcom, Selasa (8/8/2017). .
Beruntung, bocah bisu ini bisa diamankan kembali, setelah kabur hingga 2 kilometer.
"Sempat kabur dan langsung kami amankan kembali. Untungnya gak jauh," tambah Norawi.
Rio sebelumnya diamankan oleh pihak kepolisian, setelah adanya kejadian pembakaran yang dilakukannya terhadap Juana Satar. Namun polisi tidak melakukan penanganan hukum lantaran tidak ada laporan dari korban. Selain itu, korban dan pelaku memiliki keterbatasan fisik dan mental sehingga menyulitkan proses hukum.
Sementara terkait dengan perawatan Rio, kata Norawi, Dinas Sosial Banyuwangi menyatakan anak tersebut akan dipelihara oleh negara. Ini lantaran Rio hidup sendiri dan tidak diurus oleh orangtuanya. Selanjutnya, Rio dibawa ke Puskesmas Licin, yang juga melayani pasien keterbelakangan mental dan psikologi.
"Anak ini tidak terurus. Ibunya jadi TKI di Malaysia. Sejak kecil anak ini hidup sendiri dan liar. Makanya kita bawa ke puskesmas yang menangani pasien seperti ini," pungkasnya. (iwd/iwd)











































