Juana Dibakar Maling Solar, Ini yang Dilakukan Bupati Banyuwangi

Juana Dibakar Maling Solar, Ini yang Dilakukan Bupati Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 08 Agu 2017 16:45 WIB
Juana Dibakar Maling Solar, Ini yang Dilakukan Bupati Banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Juana Satar (14) bocah asal Kecamatan Muncar, Banyuwangi, yang menderita luka bakar serius akibat disiram BBM oleh pelaku pencurian, kini ditangani tim medis. Pihak Kecamatan Muncar bertindak cepat membawa bocah keterbelakangan mental tersebut ke RSUD Genteng untuk mendapat perawatan intensif.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menginstruksikan penanganan terhadap Juana melalui grup WhatsApp (WA), Selasa (8/8/2017). Lalu pihak Kecamatan Muncar, tim medis, bersama polsek setempat membawa Juana ke RSUD Genteng. Setibanya di sana, Juana langsung dirawat inap di Ruang Bedah dengan pantauan dokter spesialis. Sebelumnya, Juana mendapat perawatan luka di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Setelah mendapatkan perawatan, Juana kami rawat inap di ruang bedah. Saat ini dia dalam pantauan dr Ali Mansur SpB," kata Direktur RSUD Genteng, dr Indah Sri Lestari MMRS kepada wartawan.

Baca Juga: Dibakar Maling Solar, Bocah Keterbelakangan Mental Alami Luka Bakar

Juana adalah korban penyiraman dan pembakaran yang dilakukan Rio, tetangganya yang diduga mencuri solar dan dipergoki Juana. Karena dipergoki itulah, Rio bocah bisu itu panik, lantas menyiram solar ke Juana. Akibat kejadian tersebut, Juana mengalami luka serius di bagian perut, pantat, dan kedua pahanya.

Sebelum dirujuk ke rumah sakit, Jumat (28/7) lalu, korban telah mendapat perawatan di Puskesmas Kedungrejo, Muncar. Karena lukanya cukup parah, puskesmas setempat merekomendasi korban untuk segera dirujuk ke RSUD Genteng untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. "Kami akan mendampingi anak ini sampai sembuh," terang Camat Muncar, Lukman Hakim.

Lukman menambahkan, keluarga Juana bukan warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Mereka pendatang dari Kabupaten Malang. "Kami cek ternyata belum terdaftar sebagai penduduk Muncar," ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya langsung bertindak cepat untuk membantu keberlanjutan proses pengobatan Juana. Bersama dengan pihak terkait, pemerintah setempat langsung mengurus administrasi kependudukan keluarga Sukarni. Mulai dari Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Surat Pernyataan Miskin (SPM) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan gratis.

"Sudah kami urus surat-suratnya, sesuai perintah Bupati Anas lewat WhatsApp. Hari ini KTP sedang diproses di Dispenduk. Setelah NIK keluar, SPM bisa langsung kami cetak," kata Lukman.

"Surat-suratnya bisa menyusul, yang penting anak ini segera ditangani dulu. Alhamdulillah semuanya lancar dan korban sudah mendapatkan perawatan. Bahkan, selain bantuan pengobatan, kami juga sudah serahkan bantuan lainnya, berupa sembako untuk kebutuhan sehari-hari," tambahnya. (fat/fat)
Berita Terkait