Nasib tragis menimpa Juwana, terjadi Kamis (27/7) 2017 lalu. Saat itu korban yang rumahnya di tepi pesisir kota ikan Muncar, melihat Rio (13), yang tak lain teman sepermainnya, sedang mencuri solar di atas perahu nelayan. Karena panik, putra dari Karni ini langsung meneriaki maling.
Tahu aksi jahatnya diketahui, Rio, anak tuna wicara yang dikenal nakal tersebut langsung menyiram Juana dengan cairan bensin dan langsung menyulutkan api. Tak pelak, kobaran si jago merah membuat korban menderita luka bakar serius.
"Luka bakar sekitar kemaluan dari perut hingga lutut. Saya langsung tolong dan saya bawa ke puskesmas," ujar Priyadi, tetangga korban kepada detikcom, Senin (7/8/2017).
Namun sayang, sebagai warga miskin dan mengalami gangguan mental, Karni dan anaknya Juana, tidak tercatat dalam administrasi kependudukan. Imbasnya, korban tidak bisa menerima pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu yang semestinya.
"Sempat kemarin mendapatkan penolakan ke puskesmas. Namun karena tidak memiliki administrasi kependudukan, dia tidak bisa rawat inap dan hanya bisa rawat jalan," ujar Suratin, salah satu relawan yang melakukan pendampingan Juana.
Demi keberlanjutan proses pengobatan, lanjut Suratin, dengan dibantu perangkat desa dan petugas Dinas Sosial (Dinsos), kini dia sedang memproses pengurusan administrasi kependudukan ibu dan anak tersebut.
"Sampai dia bisa memiliki SPM (Surat Pernyataan Miskin), sehingga bisa menjalani perawatan kesehatan sebagaimana mestinya, serta berharap ada warga yang bersedia menjadi donatur," pungkasnya.
Hingga kini, proses pengurusan administrasi kependudukan bocah korban dibakar pelaku pencurian ini masih sedang berjalan. Mirisnya, meski telah membahayakan, Rio, si pelaku pencurian dan pembakaran terhadap korban, tetap dibiarkan bebas berkeliaran.
Sementara Kepala Puskesmas Kedungrejo, Muncar, dr Firdaus membantah jika tak melakukan penanganan medis kepada Juana yang sempat dibawa ke puskesmas. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan penanganan medis terhadap korban. Tak hanya itu, pihaknya juga memberi rujukan kepada korban, untuk dirawat inap di RSUD Genteng.
"Kami melakukan penanganan karena korban luka bakar itu serius. Khawatir nya kena infeksi. Rujukan langsung kami berikan kepada pihak desa," ujarnya kepada wartawan. (fat/fat)











































