Bocah 7 Tahun Tewas Tercebur Kolam saat Main Layangan

Bocah 7 Tahun Tewas Tercebur Kolam saat Main Layangan

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 06 Agu 2017 20:19 WIB
Bocah 7 Tahun Tewas Tercebur Kolam saat Main Layangan
Lokasi tempat korban tewas tenggelam (Foto: Erliana Riady)
Blitar - Mohamad Khoirul Azam ditemukan tewas mengapung di kolam ikan. Sebelumnya, bocah 7 tahun ini diketahui sedang bermain layang-layang di belakang rumahnya di Desa Sukosewu, Gandusari, Kabupaten Blitar.

Jasad bocah kelas 1 SD ini ditemukan sudah dalam kondisi mengapung dan tengkurap oleh ayah kandungnya, Nur Huda (60).

"Ayah korban ini merasa curiga kok anaknya yang main layang-layang di belakang rumah tidak ada suaranya. Ketika dicek ke belakang, hanya menemukan sepasang sandal warna kuning di tepi kolam. Ternyata korban sudah mengapung dalam kondisi tengkurap," jelas Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya saat dikonfirmasi, Minggu (6/8/2017).

Mengetahui hal ini, Huda langsung mengangkat jasad anaknya dan membawanya ke Puskesmas Gandusari. Jasad bocah malang itu diperiksa bidan Dewi Helina yang sedang bertugas.

"Sekitar pukul 14.00 WIB puskesmas menerima jasadnya. Menurut hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya unsur kekerasan di fisik korban. Jadi memang murni musibah," terang Slamet.

Diduga, sang bocah tenggelam saat berusaha mengambil sesuatu di kolam. Ini karena sandalnya ditemukan berada di tepi pinggir kolam ikan tersebut.

"Mungkin korban ini mau ngambil apa gitu, terus tenggelam ," ungkap Slamet.

Dari hasil pemeriksaan tim medis tersebut, Huda lalu melaporkan kejadian ini ke Polsek Gandusari. Namun pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi sehingga harus membuat surat pernyataan di depan perangkat desa dan pihak berwajib.

Menurut Slamet, musibah ini terjadi akibat kurangnya pengawasan orang tua saat anak bermain. Selain itu, Slamet juga menghimbau agar membangun pagar di tepi kolam untuk keamanan.

"Semoga ini bisa jadi pembelajaran bagi semua orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya saat bermain," imbaunya. (iwd/iwd)
Berita Terkait