Meriahnya Perang Nasi, Ritual Syukuran Panen Padi di Ngawi

Meriahnya Perang Nasi, Ritual Syukuran Panen Padi di Ngawi

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 04 Agu 2017 21:25 WIB
Warga saling melempar nasi dalam ritual perang nasi (Foto: Sugeng Harianto)
Ngawi - Ratusan warga Dusun Tambakselo, Desa Planglor, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi memadati sendang atau punden desa setempat. Mereka menunggu untuk melempar nasi yang telah mereka bawa. Melempar nasi?

Ya, di dusun tersebut memang ada ritual perang nasi. Ritual tersebut diadakan setiap tahun sekali pada musim panen padi kedua. Tujuannya untuk mensyukuri hasil panen yang melimpah.

Kepala Desa Planglor Suyadi mengatakan, ritual ini dilakukan temurun sejak nenek moyang. Ritual ini diikuti hampir seluruh warga. Tiap kepala keluarga membawa nasi bungkus daun jati dan daun pisang. Lalu nasi tersebut dikumpulkan di tengah punden. Karena banyaknya nasi yang dibawa warga, yang terlihat adallah gunungan nasi.

Tak ada yang boleh marah jika terkena lemparan nasiTak ada yang boleh marah jika terkena lemparan nasi (Foto: Sugeng Harianto)
"Usai didoakan bersama, tumpukan nasi dan lauknya itu sebagian dimakan dan sebagian dijadikan bahan perang, bebas saling melempar nasi. Melemparnya bebas mengenai siapa saja yang ada di lokasi. Yang kena lempar tak boleh marah atau dendam," kata Suyadi kepada wartawan di lokasi, Jumat (4/8/2017).

Yang mengikuti perang nasi ini lengkap, mulai dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak. Pria dan wanita bercampur jadi satu di lokasi. Mereka saling lempar dan saling menghindar. Mereka juga saling berlompatan. Beberapa diantaranya bahkan ada yang terjatuh. Seusai berperang, sebagian warga memunguti sisa nasi yang masih bisa diselamatkan.

Salah satu warga, Ani, mengaku menikmati perang nasi ini. Ani berharap ritual ini bisa dilakukan lagi tahun depan yang itu berarti panen tetap melimpah tahun depan.

"Senang, ini saya membawa sebagian nasinya untuk dimakan di rumah sama anak dan suami. Semoga membawa berkah panen padi lebih banyak", kata perempuan 40 tahun itu.

Warga memunguti nasi yang bisa diselamatkanWarga memunguti nasi yang bisa diselamatkan (Foto: Sugeng Harianto)
(iwd/iwd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.