Perupa Ini Hasilkan Karya Seni dengan Batu dari Jepang

Perupa Ini Hasilkan Karya Seni dengan Batu dari Jepang

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 04 Agu 2017 15:26 WIB
Perupa Ini Hasilkan Karya Seni dengan Batu dari Jepang
Foto: Erliana Riady
Blitar - Suiseki, seni batu dari Jepang memberikan inspirasi bagi Wawan Susanto (45) yang berinovasi dalam karya seni. Dengan kombinasi daun dan dahan kering, batu-batu kali ditata dengan lem kayu atau lem batu sedemikian rupa di atas media kayu atau triplek. Hingga membentuk cerita dalam gambar tiga dimensi.

"Saya hanya ingin sesuatu yang baru, segar dan original dari eksplorasi lukisan. Media kanvas dan cat sudah jamak, tapi batu dengan bentuk asli dari alam, itu baru tantangan," jelas bapak 3 anak saat detikcom berkunjung di galeri sederhananya, Sabtu (5/7/2017).

Warga Jalan Tanjung 146 Kelurahan Sukorejo Kota Blitar, ini tak malas browsing Painterest Images On Pinterest. Dari situlah, muncul berbagai imaginasi saat lelaki berkaca mata itu melihat beragam bentuk batu di sungai dekat rumahnya.
Seni batu jadi karya seni/Seni batu jadi karya seni/ Foto: Erliana Riady

"Melihat bentuk batu saja, sudah timbul cerita bergambar yang akan terbentuk di atas kayu nanti. Saya tinggal mengkombinasikan dengan bahan di alam lain. Seperti dahan, kulit buah atau daun kering," paparnya.

Menurut Wawan, karya seni batu saat ini sedang naik daun. Terutama bagi penikmat seni dari Eropa Timur dan Jerman. "Bentuknya sangat sederhana, tapi pesannya mengena, ekseklusif dan bisa menjadi pajangan interior yang berkelas," jelas pria yang mengenyam pendidikan komputer pemrograman ini.

Akhirnya secara otodidak Wawan mulai mengekplorasi kemampuan lukisnya di media baru ini. Sejak awal tahun 2017 hingga kini, sudah ratusan lukisan batu tiga dimensi yang dihasilkan.

Jika satu karya selesai dibuat, Wawan lalu meng-upload photonya di akun medsos wawansusanto. Dan ternyata, karya seninya mendapat sambutan luar biasa. Banyak kenalan baru di medsos yang mengunjungi galerinya di Kota Blitar. Ada yang dari Malang, Surabaya, Jakarta bahkan sampai Kalimantan.
Seni batu Jepang/Seni batu Jepang/ Foto: Erliana Riady

"Taste masing-masing peminat karya saya juga berbeda. Tapi yang paling diminati itu, justru yang framenya dari kayu bekas yang sudah usang," katanya.

Untuk menjaga kayu itu tahan lama, Wawan biasanya memulas dengan plitur lebih dahulu. Masalah harga, Wawan tidak mematok dari ukuran dan tingkat kesulitannya. Baginya penghargaan akan sebuah karya seni tidak dilihat dari besarnya nominal yang diterimanya

"Murah, hanya sekitar Rp 150 sampai 200 ribu. Unik buat pajangan di cafe saya," aku seorang pembeli dari Jakarta, Susanti.

Menurut Susanti, karya seni Wawan ini berbeda dan natural. Sangat cocok untuk hiasan ruangan dengan konsep vintage, retro dan village. (fat/fat)
Berita Terkait