Nasi Jagung Sayur Tanaman Hutan di Jombang Diburu Wisatawan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 04 Agu 2017 14:10 WIB
Nasi Jagung Kuliner Jombang/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Banyak alternatif kuliner bagi Anda yang takut kolesterol. Namun, nasi jagung di Wonosalam, Jombang ini tak kalah menarik. Apalagi empuknya nasi jagung yang satu ini dipadukan dengan sayuran dari hutan. Selain rendah kolesterol, sayuran yang dipakai juga mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan.

Kuliner nasi jagung itu bisa ditemui di warung milik Slamet (50), Dusun Pucangrejo, Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang. Seperti di tempat lain, nasi jagung di warung ini disajikan hangat dengan lauk ikan asin dan tempe khas pedesaan. Kelebihannya pada sayur yang digunakan.

Agar berbeda dengan nasi jagung lainnya, Slamet menggunakan sayuran yang tumbuh di hutan. Di antaranya daun pakis, batang tanaman Talas yang biasa disebut lompong dan daun Slintrong. Tumbuhan ini banyak ditemui di kawasan Wonosalam di lereng Pegunungan Anjasmoro.
Nasi jagung dilengkapi sayur yang diambil dari hutan/Nasi jagung dilengkapi sayur yang diambil dari hutan/ Foto: Enggran Eko Budianto

"Selain mudah dicari di sekitar sini, sayur-sayuran itu juga mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan," kata Slamet di warungnya, Jumat (4/8/2017).

Daun Slintrong misalnya. Menurut Slamet tanaman ini berkhasiat untuk mengobati sakit kepala dan gangguan di perut. Sementara lompong konon mampu mengobati beragam penyakit, seperti diare, disentri, radang ginjal, nyeri otot dan sendi.

"Kalau daun pakis rendah kolesterol dan mengandung vitamin A dan C," ujarnya.

Di tangan Slamet dan istrinya, tumbuhan hutan itu diolah menjadi tumis dan urap-urap yang rasanya cukup nendang. Gurihnya bumbu bawang merah dan putih berpadu pedasnya cabai membuat lidah ketagihan. Sayuran ini cocok jika dipadukan dengan nasi jagung hangat dengan ikan asin.
Nasi jagung sayur yang diambil dari hutan/Nasi jagung sayur yang diambil dari hutan/ Foto: Enggran Eko Budianto

Tak ayal, warung nasi jagung milik Slamet tak pernah sepi pembeli. Tak sedikit wisatawan yang berkunjung ke sejumlah objek wisata di Wonosalam memilih mampir untuk makan siang di tempat ini tiap harinya.

"Selain dari Jombang sendiri, pembeli dari Malang, Surabaya dan Mojokerto," cetusnya.

Menurut Slamet, harga nasi jagung yang dia tawarkan cukup ramah di kantong. Setiap porsi nasi jagung lengkap dengan urap-urap pakis, tumis Slintrong dan Lompong hanya Rp 8 ribu. "Kalau tambah ikan asin dan tempe Rp 10 ribu/porsi. Bisa juga tambah ayam bakar dan sate kambing, harganya Rp 20-25 ribu," ungkapnya.

Sementara salah seorang pengunjung, Octaviani Fauziati (25) mengaku baru dua kali makan di warung milik Slamet. Dia memilih kembali datang bersama anak dan suaminya lantaran merasa ketagihan dengan tumis lompong dan urap-urap daun pakis yang rasanya cukup nikmat.

"Ini makanan tradisional yang rendah kolesterol, baik untuk kesehatan," tandas perempuan asal Desa Candi, Jombang ini. (fat/fat)