Kepala Stasiun Klimatologi Karangploso, Kabupaten Malang, Joko Budi Utomo mengatakan, penguatan tekanan ini terjadi di Samudera Hindia sebelah selatan atau tepatnya wilayah barat dari Australia.
"Penguatan tekanan udara itu, menyebabkan berhembus ke wilayah tinggi ke rendah. Kecepatan angin pun berhembus di atas normal yakni antara 5 sampai 10 knot," ujar Joko kepada detikcom saat dihubungi, Kamis (3/8/2017).
Joko menyebut, meski sudah teredam oleh gesekan permukaan bumi, kecepatan angin di dataran masih tinggi dan dirasakan berbeda dengan kondisi normal di ketinggian sampai 1.000 feet.
"Untuk di perairan bisa mencapai 25-35 knot atau 45-60 Km/jam dan mengakibatkan tingginya gelombang air laut hingga 4 meter di perairan selatan Jawa," beber Joko.
Menurut dia, tekanan angin di atas normal ini akan terjadi hingga beberapa hari kedepan. Bagi masyarakat yang biasa melakukan aktivitas di perairan selatan Pulau Jawa, diharapkan untuk waspada.
"Gelombang air laut bisa mencapai 1,5 hingga 3 meter, bahkan bisa lebih di atasnya," tegasnya.
Sementara prakiraan kondisi cuaca maritim hari ini, pada umumnya berawan dengan angin bergerak dari timur ke wilayah tenggara dengan kecepatan 26 knot atau 47 km/jam.
Sementara di laut Jawa kecepatan angin mencapai 30 knot atau 54 Km/jamnya. "Tinggi Gelombang laut Jawa antara 1,5 sampai 3 meter, sedangkan di Samud (fat/fat)










































