Ketua tim pembimbing pendampingan smart city Kemenkominfo, Dana Indra mengatakan, Kemenkominfo tengah membangun 100 smart city di Indonesia. Menurutnya, fondasi menuju smart city terdiri dari sumberdaya manusia, kebijakan yang didukung pemimpinnya, dan teknologi untuk menciptakan layanan yang smart. Banyuwangi juga dinilai sudah punya fondasi yang kuat untuk menuju smart city. Tak hanya pelayanan publiknya yang sudah berbasis IT.
"Banyuwangi sudah punya fondasi kuat apalagi juga punya leader yang luar biasa dan memiliki visi jauh ke depan," kata Dana Indra, Rabu (2/8/2017).
Tahapan penyusunan master plan antara lain analisis masa depan dan kesiapan pembangunan smart city, penentuan program prioritas, penentuan roadmap implementasi (5-10 tahun), hingga penyelesaian master plan smart city. Masterplan ini yang nantinya menjadi pijakan awal implementasi pengembangan daerah dengan konsep kota cerdas.
"Jadi di akhir 2017 nanti, masterplan smart city harus sudah ready, dalam bentuk tiga buku. Yaitu Analisis strategis, Masterplan Smart City daerah serta executive Summary dan quickwin yang berisi program ikonik/prioritas Banyuwangi," urainya.
Sementara Bupati Anas mengaku, Banyuwangi telah merintis sederet program peningkatan pelayanan publik dalam kerangka smart city. Smart City yang di Banyuwangi disebut dengan smart kampung adalah konsep kota cerdas yang dirancang mempermudah kegiatan masyarakat dalam mengelola sumber daya secara efektif dan efisien, serta kemudahan mengakses informasi bagi masyarakat.
"Saat ini sudah sekitar 60 desa teraliri fiber optic, kita targetkan 145 desa tersambung fiber optic pertengahan 2018. Dengan Smart Kampung secara bertahap administrasi cukup diselesaikan di desa. (fat/fat)











































