Pemilihan Rektor UIN Maliki Baru Ditolak Senat, Ada Apa ?

Pemilihan Rektor UIN Maliki Baru Ditolak Senat, Ada Apa ?

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 02 Agu 2017 11:21 WIB
Pemilihan Rektor UIN Maliki Baru Ditolak Senat, Ada Apa ?
Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim telah memiliki rektor baru untuk masa jabatan 2017-2021, yakni Abdul Haris dari UIN Sunan Ampel Surabaya.

Belakangan, pemilihan Abdul Haris oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim menuai protes dari Senat. Mereka secara resmi mengirim surat ditujukan kepada Menag Lukman Hakim ditembuskan kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Surat protes ditandatangani Ketua Senat UIN Maliki Imam Suprayogo dan mendapatkan dukungan dari seluruh anggota senat. Sesuai surat yang diketahui detikcom, ada 29 senat membubuhkan tanda tangannya.

Ada lima poin ditulis dalam surat mengkoreksi pengangkatan serta pelantikan Abdul Haris. Pertama, meminta Menteri Agama mengangkat dan melantik rektor dari internal kampus. Kedua, adanya nuansa politik dengan pengangkatam Abdul Haris dan menginginkan agar dilakukan peninjauan kembali atas pelantikan Abdul Haris.

Detikcom berusaha meminta konfirmasi atas terbitnya surat protes senat, dengan menghubungi Ketua Senat Imam Suprayogo, namun belum mendapatkan tanggapan. Begitu juga dengan Abdul Haris, rektor terpilih tengah melaksanakan dinas luar.

"Pak rektor ada dinas di Surabaya. Mungkin besok bisa ada waktu kalau mau wawancara," kata Bagian Humas UIN Maliki, Sutaman kepada detikcom di Kampus UIN Maliki Jalan Sumbersari, Selasa (2/8/2017).
Senat UIN Malang tolak rektor baru/Senat UIN Malang tolak rektor baru/ Foto: Muhammad Aminudin

Sutaman mengaku, Abdul Haris telah dilantik Menag Lukman Hakim akhir Juli 2017 lalu. Karena pengangkatan dan pelantikan rektor merupakan wewenang Kementerian Agama.

"Sudah dilantik oleh pak menteri dan sudah efektif bekerja sampai 2021 nanti," beber Sutaman.

Ditanya soal, terbitnya surat protes senat, Sutaman mengaku belum mengetahui secara resmi.
Kampus, menurut dia, berjalan baik tanpa ada reaksi protes dari internal. "Kampus baik-baik saja, kalau ada surat itu. Saya baru tahu sekarang, kita tidak mendapatkan tembusan," ujarnya.

Dia mengungkapkan, senat memang memiliki wewenang mengajukan sejumlah nama kepada panitia seleksi dari Kementerian Agama. Tiga nama sudah diajukan, salah satunya Mudjia Rahardjo pernah menjabat untuk periode 2013-2017 dan kembali direkomendasikan senat untuk menjadi rektor periode berikutnya.

"Senat ajukan tiga nama, tapi kementerian menunjuk Pak Abdul Haris," beber Sutaman.

Rencananya, besok serah terima jabatan rektor terpilih akan digelar di Kampus UIN Maliki. Ucapan selamat banyak terpajang di halaman depan kampus UIN Maliki atas terpilihnya Abdul Haris sebagai rektor baru. (fat/fat)
Berita Terkait