DetikNews
Senin 31 Juli 2017, 16:46 WIB

Bupati Anas Berbagi Ilmu dengan Bupati Bantaeng di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Bupati Anas Berbagi Ilmu dengan Bupati Bantaeng di Banyuwangi Bupati Anas berbagi ilmu dengan Bupati Bantaeng/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah dan 21 orang jajarannya berkunjung di Banyuwangi. Kehadiran rombongan dari Bantaeng itu untuk bersinergi dalam hal sistem pengelolaan keuangan daerah, terutama di tingkat desa.

Bagi Bupati Bantaeng yang juga Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini, Banyuwangi dianggap daerah yang cukup banyak melakukan inovasi. Sejumlah inovasinya, seperti sistem pengelolaan keuangan daerah (e-Village Budgeting) perencanaan dan monitoring keuangan desa (e-monitoring system) sangat menginspirasi.

"Saya mendapatkan rekomendasi dari Kemenpan RB untuk belajar di sini. Sistem yang memangkas mata rantai penyusunan dan pengawasan anggaran dengan menggunakan teknologi, khususnya di level desa, belum dilakukan di Bantaeg. Tapi Banyuwangi sudah melakukannya. Makanya kita akan ambil ini untuk kami terapkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola anggaran publik," kata Nurdin saat diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Shaba Swagatha Blambangan, Senin (31/7/2017).

Tak hanya itu, Bantaeng belajar pengelolaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Sebab, Banyuwangi menjadi kabupaten pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memperoleh nilai SAKIP A.

Menurut Nurdin, perkembangan Banyuwangi dalam tujuh tahun terakhir ini sangat cepat. Dulu Banyuwangi hanya daerah transit saja, tapi kini telah menjadi tujuan destinasi pariwisata di Indonesia.

"10 Tahun lalu, saya ke sini Banyuwangi masih belum apa-apa. Saat ini sudah sangat berubah. Itu yang membuat saya harus datang sendiri ke sini," kata Nurdin.

Sementara Bupati Anas mengatakan, capaian Banyuwangi saat ini merupakan hasil kerja keras rakyat dan birokrasi.

"Apa yang telah kita capai bagian dari kerja bareng rakyat. Kami hanya memotivasi saja. Karena konsep tersulit membangun daerah itu bagaimana mendorong kerja bersama birokrasi dan masyarakat," kata Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas juga berharapa kepada jajaran Banyuwangi untuk bisa belajar terobosan pembangunan yang telah dilakukan Bantaeng, khususnya masalah kesehatan.

"Bantaeng ini sudah banyak dapat penghargaan. Kita tidak perlu malu untuk belajar, sama-sama saling menimba ilmu. Kesempatan ini harus kita manfaatkan, mumpung Bantaeng hadir di Banyuwangi. Mereka unggul antara lain di layanan kesehatan, Banyuwangi harus belajar," tegas Anas.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed