Anjing-anjing di Kediri Sering Gigit Warga, Polisi Turun Tangan

Andhika Dwi - detikNews
Senin, 31 Jul 2017 15:10 WIB
Polisi imbau warga yang memiliki anjing/Foto: Andhika Dwi
Kediri - Dedy, warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, sepulang makan di warung mie ayam sekitar Kelurahan Pakelan, digigit anjing. Dia mengaku heran tiba-tiba anjing itu menggigitnya.

Rupanya, Dedy bukan orang yang pertama kali mengalami kejadian tersebut. Ada siswa sekolah SMK yang berada di Jl.Mongonsidi juga pernah dikejar dan digigit anjing saat pulang sekolah.

"Saya habis makan mie dengan teman. Saat buang putung rokok, ada anjing yang mengonggong dan mengejar saya, untung hanya sepatu saya yang digigit," ucap Dedy kepada detikcom yang kebetulan suka makan mie ayam di sekitar lokasi, Senin (31/7/2017).

Dia pun bercerita kejadian itu ke teman-temannya. Rupanya, cerita-cerita itu membuat polisi dari Polsek Kota Kediri melakukan imbauan ke pemilik anjing di sekitar Kelurahan Pakelan.

"Saya harap ibu lebih menjaga anjing peliharaanya. Kalau bisa dikerangkeng, dikasih rantai agar tidak berkeliaran dan buang kotoran di jalanan, mengganggu pengguna jalan dan warga bu," kata Kapolsek Kota Kediri, Kompol Sucipto kepada salah seorang pemilik anjing, didampingi sejumlah anggotanya.
Polisi imbau pemilik anjing di Kelurahan Pakelan/Polisi imbau pemilik anjing di Kelurahan Pakelan/ Foto: Andhika Dwi

Imbauan polisi ini cukup beralasan. Setiap malam atau pagi hari di wilayah Kelurahan Pakelan, Jl.Trunojoyo dan Monginsidi Kota Kediri, warga merasa terganggu dengan adanya anjing peliharaan.

Mulai dari berkeliaran, mengejar pengguna jalan, buang kotoran di sembarang tempat, menggigit, hingga mengganggu pengunjung warung kopi dan warung makan di wilayah Kelurahan Pakelan.

"Kalau malam, gonggongannya mengganggu, ngejar pejalan kaki, sampah di bolak balik dan pengunjung warung ketakutan. Bahkan ada anak sekolah yang digigit," ucap Syaiful, seorang perangkat Kelurahan Pakelan Kota Kediri.

Warga hanya berharap agar pemilik anjing peliharaan agar lebih diperhatikan keberadaan anjing mereka. Jangan sampai berkeliaran, apalagi menganggu pengguna jalan, warga yang sedang berjualan di warung. Dengan membuat kandang, atau rantai pada anjingnya.

"Warga sebenarnya mempersilahkan untuk memelihara anjing, tapi jangan sampai menganggu tetangga atau warga lainnya. Saling menghormati saja," tambah Syaiful.

Informasi yang dihimpun dari pihak kelurahan, sekitar 10 warga yang memelihara anjing. Satu rumah bisa memiliki anjing lebih dari 1 ekor dengan berbagai jenis anjing. (fat/fat)