1.500 Petani jagung di wilayah Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya diajak melihat penerapan teknologi pertanian terkini dan melihat langsung hasil panen benih produksi unggulan yang tahan penyakit.
Seed Busines Manager PT Karisma Indoagro Universal, Boomo Teguh Samsono membenarkan tantangan utama yang dihadapi petani jagung di wilayah Jawa Timur adalah penyakit bulai.
"Tanaman jagung sangat rentan terhadap penyakit bulai yang bisa membuat tanaman gagal panen. Karenanya kami terus mensosialisasikan penggunaan benih jagung berkualitas agar petani bisa tetap mendapatkan hasil maksimal yang berpengaruh terhadap penghasilan petani," kata Boomo di sela DEKALB Learning Center Expo 2017 di Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Selasa (25/7/2017).
Boomo menambahkan, pihaknya terus mensosialisasikan kepada petani tentang pentingnya penggunaan benih unggulan untuk meningkatkan produktivitas serta mencegah penyakit tanaman.
"Tim kami tidak hentinya sosialisasi kepada petani di wilayah Kabupaten Nganjuk dan seluruh Jawa Timur pada umumnya untuk menggunakan benih jagung berkualitas dan beralih dari benih konvensional yang tidak produktif serta tidak tahan terhadap penyakit tanaman," tambahnya.
"Saat ini sudah semakin banyak petani yang sadar keunggulan penggunaan benih jagung hibrida berkualitas, karenanya permintaan kami juga terus meningkat," tegasnya.
Kegiatan ini merupakan pameran teknologi pertanian yang digelar Monsanto bekerjasama dengan PT Karisma Indoagro Universal, yang dihadiri sekitar 1.500 petani di wilayah Kabupaten Nganjuk, selama 2 hari (24-25 Juli). Mereka menyaksikan penerapan teknologi pertanian terkini serta melihat langsung hasil panen benih produksi Monsanto Indonesia yakni DEKALB DK959 dan DK771.
Kedua benih ini merupakan benih hibrida pengembangan termutakhir yang mempunyai karakter berbeda, namun saling melengkapi serta cocok untuk ditanam di wilayah Kabupaten Nganjuk dan Jawa Timur pada umumnya.
Benih DEKALB DK959 sangat cocok ditanam di lahan sawah bekas padi yang mempunyai sistem irigasi. Benih ini menawarkan hasil produksi yang lebih tinggi, mencapai rata rata 9-10 ton per hektar, toleran penyakit bulai dan cocok ditanam di musim kemarau.
Sementara benih DEKALB DK771 cocok untuk ditanam di lahan-lahan marjinal atau kurang subur atau di bawah naungan pohon. Benih ini mempunyai keunggulan khusus yakni tahan terhadap penyakit bulai serta usia panen yang lebih singkat sehingga cocok bagi petani yang mau menambah frekuensi tanam dan tentunya dengan hasil panen yang tinggi juga mencapai rata rata produksi 8-9 ton per hektar.
Dalam pameran ini, Monsanto menunjukkan hasil panen benih DK 771 yang mencapai 16,3 kuintal per 100ru lahan. Sementara benih DK 959 mampu menghasilkan 15,8 kuintal jagung pada luasan lahan yang sama. Ukuran lahan per 100ru atau 1.400m2 adalah ukuran lahan yang jamak digunakan petani di wilayah Kabupaten Nganjuk. Jika dikonversi ke hitungan per hektar, hadil benih DK771 bisa mencapai 11,4
Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Rosita Anggraeni memberikan target perluasan lahan panen jagung di Jatim mencapai 1,36 juta hektar dengan angka produktivitas di atas 7 juta ton. Pemerintah melalui APBN 2017 mengalokasikan bantuan benih jagung dan pupuk kepada petani di Jawa Timur, untuk lahan seluas 104.000 hektar.
"Jatim merupakan lumbung jagung nasional. Targetnya tahun 2017 bisa mencapai swasembada jagung nasional, dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung jagung dunia serta menghilangkan ketergantungan pada jagung impor," jelas Rosita. (fat/fat)











































