Rupanya saat masuk ke gerbong, warga kaget karena gerbong-gerbong yang biasa dipenuhi tempat duduk penumoang, disulap menjadi tempat pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter lengkap dengan alat medis. Padahal selama ini mereka terbiasa memeriksakan kesehatannya di klinik, puskesmas atau rumah sakit.
Mulai anak sekolah hingga lansia dipeirksa di enam ruangan yang ada di gerbong itu. Ini adalah pemandangan dari Rail Clinik sebagai bentuk kepedulian PT KAI Daop 7 Madiun pada layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar rel kereta.
Warga diperiksa di dalam gerbong kereta/ Foto: Erliana Riady |
"Hari ini kami layani pemeriksaan kesehatan 300 warga dari tiga desa. Yakni Desa Talun, Bajang dan Jajar Kecamatan Talun Kabupaten Blitar," kata Manager Humas Daop 7 Madiun, Supriyanto kepada detikcom di sela pemeriksaan warga, Kamis (27/7/2017).
Rail Clinik ini di satu train set terdiri dari dua kereta diesel, terdiri enam ruang pemeriksaan. Yakni ruang pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, laboratorium sederhana dan ruang pemeriksaan kandungan yang dilengkapi alat USG dan Electro Cardio Grafi (EKG). Selain itu juga ada ruang pemeriksaan mata dan farmasi.
Rail Clinik ini, jelas Supriyanto, merupakan kereta kesehatan dengan memanfaatkan jalur KA sehingga dapat menembus daerah yang sulit dijangkau kendaraan bermotor. Rail Clinik telah dilaunching sejak tahun 2016 lalu. Di Indonesia ada empat rangkaian dari dua gerbong RC, masing-masing dua di Sumatra dan dua di Jawa.
Warga berobat di dalam gerbong kereta/ Foto: Erliana Riady |
Selain peralatan canggih, 20 tim medis yang terdiri dokter, bidan, perawat dan apoteker memberikan fasilitas pelayanan kesehatan meliputi jenis pelayanan kesehatan primer atau pelayanan tingkat pertama.
"Mau periksa mata , mungkin waktunya pakai kacamata. Sama minta obat buat kaki sering bengkak," aku warga Keningaran, Sunarti (53). Sunarti memang tidak mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Dari pantauan detikcom, warga menyambut antusias layanan kesehatan ini. Ada tiga sekolah dasar yang mengirimkan muridnya karena membutuhkan layanan kesehatan, terutama siswa dari keluarga kurang mampu. Begitu juga warga, mereka mengaku bersyukur bisa berobat gratis di sini.
Warga berobat di dalam gerbong kereta/ Foto: Erliana Riady |












































Warga diperiksa di dalam gerbong kereta/ Foto: Erliana Riady
Warga berobat di dalam gerbong kereta/ Foto: Erliana Riady
Warga berobat di dalam gerbong kereta/ Foto: Erliana Riady