Pelajar SMPN 52 'Belajar' di Halaman Sekolah, Disdik Menyangkal

Pelajar SMPN 52 'Belajar' di Halaman Sekolah, Disdik Menyangkal

Budi Sugiharto - detikNews
Senin, 24 Jul 2017 12:57 WIB
Pelajar SMPN 52 dikumpulkan di halaman/Foto: Istimewa
Surabaya - Komite Sekolah SMPN 52 Surabaya melaporkan jika anak-anaknya harus belajar di halaman. Komite menyebut langkah itu karena ruang kelas tidak menampung setelah diberlakukan kebijakan satu shift.

Komite wali murid yang menjumpai fakta itu sangat menyesalkan langkah sekolah yang menggelar kegiatan belajar mengajar di halaman.

Foto: Istimewa



"Kasihan anak-anak, ini karena pemberlakuan satu shift, tidak lagi dua shift pagi dan siang, jadinya overload," kata Didik Soeko Soetrisno, Humas Komite SMPN 52 kepada detikcom, Senin (24/7/2017).

Pelajar di kelas 7, 8 dan 9 di sekolah yang berada di Jalan Semampir Kelurahan itu bergiliran belajar di halaman sambil lesehan. Menurut Didik, jumlah pelajar dan ruang kelas tidak seimbang, akibatnya ketika semua harus masuk pagi akan tidak mencukupi.

"Kalau saya pribadi jelas sangat keberatan akan kebijakan ini. Sangat tidak efisien dan jauh dari kelayakan proses belajar mengajar," kata Didik.

Didik menyebut jika aktivtas anak-anak di luar itu bukan untuk kegiatan lain, melainkan proses belajar mengajar. Di saat bersamaan, kata Didik, di dalam kelas juga ada proses belajar mengajar.

Dinas Pendidikan diminta untuk mencarikan solusi agar proses belajar mengajar tidak terganggu dengan penerapan program moving class akibat pemberlakuan satu shift. "Sudah kita laporkan ke dinas pendidikan," katanya.

Foto: Istimewa


"Semua kelas, moving class jika berpindah kelas karena sarana dan prasarana ada di masing-masing kelas yang telah tersedia, bukan di luar seperti," kata Didik.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Surabaya M Ikhsan menyangkal jika pelajar di SMPN 52 terlantar. Sebaliknya, ia menjelaskan bila hari ini semua kelas di SMPN 52 sengaja dikumpulkan di halaman, termasuk siswa baru.

"Semua kumpul di luar, agar saling kenal dengan adik -adiknya," katanya saat dikonfirmasi.

Dia menegaskan bahwa aktivitas belajar di SMPN tersebut akan kembali berlangsung seperti biasa. Penerapan 1 shift belum bisa dilaksanakan karena pembangunan gedung menjadi tiga lantai belum selesai.

"Besok kembali masuk pagi dan siang, dua shift. Nanti semua gedungnya lantai 3 dan jika selesai baru kita terapkan satu shift, pagi semua," katanya. (ugik/bdh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.