DetikNews
Minggu 23 Juli 2017, 18:20 WIB

3 Ribu Burung Berkicau Berebut Piala Wali Kota Mojokerto Cup II

Enggran Eko Budianto - detikNews
3 Ribu Burung Berkicau Berebut Piala Wali Kota Mojokerto Cup II Lomba Burung Berkicau Wali Kota Mojokerto Cup/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Sedikitnya 3 ribu burung kontestan hasil penangkaran dari berbagai daerah di Pulau Jawa meramaikan lomba burung berkicau Wali Kota Mojokerto Cup II, Minggu (23/7/2017) sore. Tak sekadar lomba, kompetisi ini sekaligus membangkitkan ekonomi kerakyatan melalui penangkaran burung.

Gelora Ahmad Yani di Magersari, Kota Mojokerto sore ini menjelma bak kebun binatang. Merdu kicau burung mewarnai suasana sore di Kota Onde-Onde. Mulai dari jenis Anis Merah, Lovebird, Cucak Ijo, Murai Batu, Cendet, Kacer, Branjangan, Pleci, Kenari hingga burung Kolibri 'bernyanyi' saling bersahutan.

Perlombaan ini digelar di dua arena berbeda. Begitu kerodong dibuka dan sangar disangkutkan di gantangan, burung kontestan pun berkicau saling bersahutan. Dari luar arena para kicau mania riuh menyemangati burung andalan mereka. Celoteh burung kontestan bersahutan merdu di tengah kesibukan para juri menilai talenta kontestan.

Pendiri Yayasan BnR Boy BnR mengatakan, lomba burung berkicau Wali Kota Mojokerto Cup II ini khusus burung hasil penangkaran. Menurut dia, kompetisi adu merdu ini dibagi dalam 45 kelas. Mulai dari kelas pesta rakyat, kelas Majapahit, Wakil Wali Kota, BnR Mojokerto hingga kelas Wali Kota Mojokerto.

"Peserta mencapai 3.000, dari Yogyakarta, Jawa Timur sampai Jawa Tengah," kata pria yang akrab disapa Bang Boy ini kepada wartawan di lokasi.

Bang Boy menjelaskan, Wali Kota Cup II ini bukan sekadar lomba. Menurut dia, kompetisi khusus burung hasil penangkaran digelar untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan. Pasalnya, di Kota Mojokerto saat ini penangkaran baru sebatas untuk burung jenis Murai, Kenari dan Cucak Rowo.

"Lomba ini hanya fasilitas untuk mengadu burung hasil penangkaran. Harapan kami masyarakat Kota Mojokerto bisa hidup di dunia burung, walau hanya menangkar burung," terangnya.

Dari setiap kelas burung, lanjut Bang Boy, hanya diambil tiga juara utama. Irama lagu kicauan burung, durasi kicauan dan volume kicauan menjadi kriteria utama penilaian para juri dari Yayasan BnR.

"Total hadiah yang diperebutkan dalam lomba kali ini Rp 500 juta," ungkapnya.

Perlombaan kali ini, tambah Bang Boy, menjadi permulaan untuk menghidupkan penangkaran burung di Kota Mojokerto. Pihaknya berjanji bakal menggelontorkan subsidi pakan burung bagi para penangkar yang baru berkembang.

"Kami keluarkan bonus untuk burung penangkaran yang menang lomba, supaya mereka termotivasi menangkar burung," tandasnya.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed