Jembatan Penghubung Antar Kecamatan di Lamongan Putus

Jembatan Penghubung Antar Kecamatan di Lamongan Putus

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 20 Jul 2017 12:21 WIB
Jembatan Penghubung Antar Kecamatan di Lamongan Putus
Jembatan penghubung antar kecamatan putus/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Sebuah jembatan yang menghubungkan dua kecamatan di Lamongan putus setelah diterjang hujan deras. Beruntung jembatan sepanjang 10 meter dan lebar 3 meter, di Desa Kreteranggon yang menghubungkan Kecamatan Mantup dan Kecamatan Sambeng, itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Salah seorang warga Desa Kreteranggon, Ahmad Kusaini membenarkan peristiwa yang terjadi Selasa (18/7) malam. "Kejadian ini membuat aktivitas warga atas kejadian ini. Warga akhirnya memutar jalan dengan memutar lewat jalan yang masuk wilayah Mojokerto, yang jaraknya sekitar 3 Km," kata Kusaini kepada detikcom di lokasi, Kamis (20/7/2017).

Sementara untuk anak-anak yang sekolah, jelas dia, berangkat lebih pagi karena harus menempuh jarak 3 Km. "Sedangkan anak-anak harus berangkat pagi-pagi karena harus putar balik 3 Km, kalau tidak berangkta pagi, takutnya telat," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Iqbal (25) warga Mantup. Dia terpaksa memutar balik untuk menuju Desa Kreteranggon. Dirinya tidak berano menerobos jembatan tersebut meski bisa dilalui dengan sepeda motor.

"Saya takut ambrol kalau dipaksa lewat di situ pakai sepeda motor. Kalau tiba-tiba ambrolnya tambah melebar ya jatuh," tegas Iqbal.

Kusaini dan warga Desa Kreteranggon berharap, akses jalan yang tergerus longsor karena hujan deras segera mendapat perhatian dan segera diperbaiki. "Semoga cepat diperbaiki sehingga kami bisa menjalankan aktivitasnya dengan normal lagi," ujar Kusaini.

Sementara Kepala Dinas PU Binamarga Lamongan, Eko Trihandono saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa terputusnya jembatan yang ada di wilayah Sambeng tersebut. Pihaknya usai mendapatkan laporan itu langsung mendatangi dan melakukan analisa. Dan jembatan putus tersebut sesuai dengan perkiraan pihak Binamarga, yang jauh-jauh hari sudah menyatakan kondisinya cukup bahaya untuk dilewati

"Iya jembatan itu memang kondisinya cukup bahaya untuk dilewati," jelas Eko.

Pemkab Lamongan, tambah Eko, sudah menganggarkan pembangunan jembatan tersebut. "Pemkab Lamongan sudah menganggarkan pembangunan itu senilai Rp 3,9 M dan pemancangannya sudah dilakukan saat ini," terangnya. (fat/fat)
Berita Terkait