Masih ada CJH asal Mojokerto Luput dari Imunisasi Meningitis

Masih ada CJH asal Mojokerto Luput dari Imunisasi Meningitis

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 19 Jul 2017 19:04 WIB
Masih ada CJH asal Mojokerto Luput dari Imunisasi Meningitis
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo/detikcom
Mojokerto - Pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji (CJH) di Kabupaten Mojokerto telah rampung. Namun masih terdapat 200 orang yang luput dari imunisasi meningitis. Ratusan CJH itu bakal menanggung risiko kematian jika memaksa berangkat ke tanah suci.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto M Hartadi mengatakan, pada pemeriksaan tahap I dan II, salah satu syarat wajib bagi CJH adalah vaksinasi meningitis. Sejauh ini, 1.800 CJH telah divaksin.

"Untuk vaksinasi, kami surati ke alamat masing-masing diundang datang ke faskes (fasilitas kesehatan). Yang tak datang sesuai manifes dari Kemenag sekitar 200 calon jemaah haji," kata Hartadi saat dihubungi detikcom, Rabu (19/7/2017).

Vaksinasi meningitis, lanjut Hartadi, wajib dilakukan setiap CJH paling lambat 30 hari sebelum berangkat ke tanah suci. Imunisasi itu untuk memberi kekebalan tubuh terhadap potensi penularan penyakit meningitis atau infeksi selaput otak.

Menurut dia, gejala penyakit ini diawali dengan demam tinggi, kejang hingga kesadaran menurun. Jika terlambat penanganan, penderita akan mengalami kelumpuhan hingga meninggal.

"Di sana (Arab Saudi) jemaah kan bertemu orang dari banyak negara, rentan tertular kalau tak diimunisasi. Karena penularannya melalui percikan udara, ketika orang bersin atau batuk menyemburkan virus," terangnya.

Jika tak segera meminta imunisasi, menurut Hartadi, ratusan CJH itu bakal dilarang berangkat. Pasalnya, pengecekan di embarkasi Surabaya, para CJH harus mengantongi sertifikat meningitis.

"Paspor harus dilampiri sertifikat vaksin meningitis. Kalau belum, nanti di embarkasi divaksin. Kewenangan boleh berangkat atau tidak, di tangan dokter embarkasi," ujarnya.

Sejauh ini, Hartadi mengaku tak bisa berbuat banyak untuk menelusuri ratusan CJH yang belum imunisasi. "Kami koordinasi dengan Kemenag, katanya yang tak datang ya sudah. Risiko tak berangkat ditanggung sendiri," tegasnya.

Sementara Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Mojokerto Mukti Ali berdalih, CJH yang belum imunisasi meningitis tak mencapai angka 200 orang. Menurut dia, angka yang dideteksi Dinas Kesehatan termasuk jemaah haji cadangan yang tak berangkat tahun ini. Termasuk juga pengurus KBIH dan jemaah yang tahun lalu menunaikan umroh.

"Pengurus KBIH dan jemaah yang tahun kemarin umroh kan sudah mempunyai sertifikat meningitis, jumlahnya cukup banyak," cetusnya.

Kendati begitu, Mukti belum bisa memastikan jumlah CJH yang belum divaksin meningitis. Menurut dia, para CJH yang luput dari imunisasi akan terdeteksi pada pemeriksaan tahap 3 nanti.

"Nanti kan ada pemeriksaan kesehatan ke tiga di asrama haji Surabaya," tandasnya.

CJH yang akan berangkat melalui kloter Kabupaten Mojokerto tahun ini mencapai 1.790 orang. Kloter 58 akan diberangkatkan 16 Agustus, kloter 78, 79 dan 80 tanggal 24 Agustus, sedangkan kloter 81 diterbangkan 25 Agustus. (iwd/iwd)
Berita Terkait