Petugas melakukan pengecekan atau rekontruksi laka lantas dengan alat Traffic Accident Analist (TAA) agar lebih akurat. Setelah melakukan pengecekan di lokasi kejadian, petugas juga mengecek kondisi bus dan truk di rumah penyimpanan barang bukti sitaan negera (Rupbasan) Probolinggo, Sabtu (15/7/2017).
AKBP Dedy Suhartono, Kasubid Sidik Laka Mabes Polri mengatakan, rekontruksi dilakukan di lokasi kejadian yang kedua kali ini untuk melihat keakuratan setelah dan sesudah kejadian. Dan hasil dari rekontruksi ini, ternyata truk yang melaju dari arah barat melewati marka tengah atau makan ke kanan jalan.
"Laju bus tinggi dari arah timur, sekitar 80 kilometer per jam. Sementara laju truk pelan, hanya 30 km per jam, namun truk melewati markah jalan tengah. Tabrakan tak terhindari dan mengakibatkan banyak penumpang bus meinggal dunia," ujar Dedy.
Sementara untuk hasil rekontruksi ini, lanjut Dedy, masih menunggu 1 atau 2 hari lagi. Untuk memastikan bagaimana sesungguhnya kecelakaan tersebut terjadi. (iwd/iwd)










































