Sasaran utama pengecekan petugas yakni pada rem. Bus diduga melaju dengan kecepatan tinggi 80 kilometer per jam. Kecurigaan petugas DLLAJ ini, rem bus bermasalah atau blong. Sebab, bus serempetan atas kecelakaan itu bus yang menghantam truk muatan pupuk itu.
Chisjqiel, Kasi Dalops UPT DLLAJ Probolinggo mengatakan, selain melakukan pengecekan terhadap rem bus, petugas juga mengecek tempat duduk, sistim kemudi, dan serta tekanan rem.
"Setelah kami lakukan pengecekan terhadap rem bus ini, ternyata kondisinya bagus semua. Hanya saja ada sisa angin 25, sisa pengereman," ujar Chisjqiel, saat di Rubasan (Rumah penyimpanan sitaan negara) di Jalan Anggrek Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo.
Sementara saat dilakukan pengecekan terhadap truk, diketahui angin pada sistem rem kosong dan kir-nya mati. "Truk buku uji kir itu sementara ditilang di terminal ubud bali," jelasnya. (bdh/bdh)










































