"Operasi sekitar pukul 10 tadi, sekarang masih berlangsung. Ada tiga dokter yang menangani, dua dokter bedah dan satu dokter anastesi," kata Humas RSD dr Subandi Jember kepada detikcom, sekitar pukul 11.30 WIB.
Pada umumnya, lanjut Evi, operasi membutuhkan waktu sekitar satu-dua jam. Namun khusus untuk Hendro, belum bisa diprediksi berapa waktu yang dibutuhkan bagi tim dokter untuk mengeluarkan benda-benda tajam. Seperti pisau, garpus, sendok dan lain-lain.
"Kalau biasanya operasi perlu waktu satu jam hingga satu jam setengah. Tapi yang ini kita belum tahu, mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama," kata Evi.
Hasil rontgen perut Hendro/ Foto: Yakub Mulyono |
Menurut dia, operasi terhadap Hendro membutuhkan kehati-hatian yang lebih tinggi. Sebab yang hendak diangkat merupakan benda tajam yang berisiko melukai pasien.
"Benda tajam ini kan berada di dalam usus. Artinya kita harus melihat, apakah ada robekan di usus. Kalau tidak ada, kita kan juga membuka ususnya. Jadi, seberapa jauh, itu yang akan dilihat," terang Evi.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah keluarga Hendro menunggu di luar ruang operasi. Mereka berharap operasi bisa berjalan lancar. "Semoga operasinya berjalan lancar," kata kakak Hendro, Ari. (fat/fat)












































Hasil rontgen perut Hendro/ Foto: Yakub Mulyono