DetikNews
Kamis 13 Juli 2017, 10:21 WIB

Daun Pohon Kersen Bisa Dibuat untuk Hand Sanitizer

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Daun Pohon Kersen Bisa Dibuat untuk Hand Sanitizer Mahasiswa Unair racik Daun Pohon Kersen/Foto: Istimewa
Surabaya - Kandungan di dalam pohon kersen dimanfaatkan Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) membuat inovasi. Dengan memanfaatkan daunnya, terciptalah hand sanitizer atau antiseptik tangan untuk menghambat pertumbuhan bakteri atau bakteriostatik.

Keberadaan pohon kersen sangatlah melimpah. Pohon dengan buah kecil yang terkadang disebut talok atau keres itu bahkan tumbuh liar. Lima mahasiswa Unair ini meneliti bahwa daun pohon kersen mengandung saponin, tanin, dan flavonois.

Lima mahasiswa inovatif dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair ini adalah Maulita Maharani Ulfa, Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, Shendy Canadya Kurniawan, Gayoh Mahardika Wan Mahsuri dan Nandana Abimantra.

"Cara kerja saponin, tanin, dan flavonoid adalah menghambat pertumbuhan bakteri atau bakteriostatik, dan itu ada pada daun kersen," kata Maulita yang merupakan ketua tim dalam siaran pers yang diterima detikcom melalui humas Unair, Kamis (13/7/2017).
Mahasiswa Unair manfaatkan daun pohon kersen/Mahasiswa Unair manfaatkan daun pohon kersen/ Foto: Istimewa

Maulita mengatakan, penggunaan hand sanitizer di masyarakat saat ini bukanlah suatu gaya hidup baru. Penggunaan antiseptik tangan atau hand sanitizer sudah menjadi kebiasaan masyarakat luas, karena dirasa praktis serta memiliki efek yang sama seperti cuci tangan.

Antiseptik yang biasa digunakan dan beredar di pasaran merupakan bahan dengan kandungan alkohol. Alkohol sendiri merupakan zat aktif pada kebanyakan hand sanitizer. Namun, penggunaan alkohol yang berlebihan dapat mengakibatkan kulit kering pada beberapa kulit sensitif.

Dengan fakta banyaknya bahan kimia dan ingin membuat 0% bahan kimia, maka karya inovatif ini ada. Karya ini dituangkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). Karya ini lolos dari seleksi oleh Dikti, sehingga memperoleh dana pengembangan dari Kemenristekdikti untuk program PKM tahun 2016-2017.

"Keunggulan yang kami tawarkan dalam produk ini adalah penggunaan 0% bahan kimia, dapat dimakan atau edible, sehingga aman untuk digunakan oleh segala umur," jelas Maulita.

Maulita menambahkan, karena sifatnya natural maka ekstrak daun kersen ini juga ikut dalam upaya ekoefisiensi pohon kersen itu sendiri. Ekofisiensi yang dimaksudkan adalah memaksimalkan potensi dari keberadaan pohon kersen yang relatif banyak, dengan tanpa merusak ekosistem pohon kersen itu sendiri.

Oleh Maulita dan kawan-kawan, produk ini diberi nama 'Calabura Septik'. Produk ini ditawarkan dengan dua kemasan botol spray ukuran 60 ml dan 100 ml. Harganya sangat terjangkau masyarakat, yaitu Rp 10.000 untuk kemasan isi 60 ml dan Rp 18.000 untuk kemasan isi 100 ml.
(iwd/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed