Menurut Saipul, warga desa setempat, beberapa saat sebelumnya juga ada bentuk teror lainnya. Yakni matinya sejumlah ternak sapi milik warga dalam waktu hampir bersamaan. Diduga, kematian sapi-sapi itu lantaran diracun orang tak dikenal.
"Ada juga beberapa fasilitas umum milik warga yang tiba-tiba rusak. Dari bekasnya, kerusakan-kerusakan itu memang disengaja," tuturnya, Rabu (12/7/2017).
Sementara Kepala Desa Pakuwesi, Syahrullah, menduga bahwa kejadian-kejadian yang menyebabkan keresahan warga itu bernuansa politik. Yaitu, berhubungan dengan Pilkades di desa tersebut beberapa saat sebelumnya.
"Entah kebetulan atau tidak, para korban teror tersebut merupakan pendukung saya, yang ikut saat itu ikut pemilihan kepala desa, dan jadi (kepala desa)," kata Syahrullah.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Bondowoso, AKP Julian Kamdo Waroka, saat ditemui detikcom mengatakan, polisi akan terus melakukan penyelidikan hingga kasus tersebut bisa terungkap.
"Soal berkembangnya opini di masyarakat bahwa kejadian-kejadian itu bernuansa politis, ya sah-sah saja. Tapi polisi akan terus melakukan penyekidikan," jelas Julian.
Sepetrti diberitakan, empat rumah warga Dusun Basean Rt 07 Rw 02 Desa Pakuwesi, Kecamatan Curahdami, Bondowoso, dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan petasan berukusan besar.
Rumah yang rusak milik Sudarwi (40), Miswar (60), Adnan (60) dan Asin alias Wasil (45). Sebagian besar kerusakannya adalah kaca jendela pecah dan bagian rumah lainnya rusak.
Selain menyebabkan kaca pintu dan jendela pecah, juga menyebabkab beberapa bagian lantai mengalami retak-retak. Bahkan, beberapa bagian rumah lantainya hancur.
Belum diketahui motif dan orang yang melemparkan petasan pada pukul 01.45 Wib, Sabtu (8/7/2017) itu. Di lokasi, petugas menemukan potongan bambu dan paku yang diduga isi dari petasan itu. (bdh/bdh)










































