Mereka pun menunggu hasil kesepakatan antara Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo dan Forpimka Kecamatan Buduran, agar anaknya diterima di SMPN 2 Buduran.
Namun hasil sementara musyawarah tertutup yang digelar di SMPN 2 Buduran tersebut, 10 anak tersebut diajukan Dinas Pendidikan ke Bupati Sidoarjo agar diterima di SMPN 2. Sedangkan 8 anak lainnya diterima berdasarkan ranking nilai.
"Kami minta warga bersabar menunggu hasil dari Bupati Sidoarjo, hasilnya dua hari lagi," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Sidoarjo Tirto Adi kepada warga di lokasi usai musyawarah dengan warga dan Forpimka, Selasa (11/7/2017).
Warga demo di SMPN 2 Buduran/ Foto: Suparno |
Warga yang mendapat jawaban tersebut membubarkan diri dengan tertib. Warga pun akan menagih janji pihak Dinas Pendidikan dua hari lagi. "Hasil kesepakatan itu saya terima, tapi kami akan tunggu 2 hari lagi. Tapi kalau belum ada kepastian anak kami bisa masuk sekolah, kami akan menyegel pintu gerbang sekolah," jelas Korlap Aksi, Sukisno (42) warga Sidokepung RT 29 RW 7.
Dari pantauan detikcom, warga dan anak-anaknya membubarkan diri dengan tertib setelah mendapat jawaban. Polisi dari Polres Sidoarjo juga turut membubarkan diri saat kondisi sudah kondusif. (fat/fat)












































Warga demo di SMPN 2 Buduran/ Foto: Suparno