detikNews
Selasa 11 Juli 2017, 10:19 WIB

Penerapan Zonasi PPDB Berimbas SMAN Blitar Kekurangan Siswa

Erliana Riady - detikNews
Penerapan Zonasi PPDB Berimbas SMAN Blitar Kekurangan Siswa Suasana PPDB Gelombang 2 di SMAN 4 Kota Blitar/Foto: Erliana Riady
Blitar - Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) salah satu penyebab banyaknya SMAN di Blitar kekurangan siswa tahun ajaran baru 2017.

Kepala Kantor Cabang Pendidikan Wilayah Kab/Kota Blitar Propinsi Jatim, Suhartono mengaku ada enam sekolah di wilayahnya yang belum memenuhi pagu siswa.

"Ada enam sekolah yang harus membuka pendaftaran lagi untuk memenuhi pagu," katanya saat dihubungi detikcom, Selasa (11/7/2017).

Keenam sekolah yang membuka pendaftaran online gelombang dua yakni dua SMA di wilayah Kabupaten Blitar dan empat SMA di wilayah Kota Blitar. Dua SMA di Kabupaten Blitar yaitu SMAN 1 Ponggok dan SMAN 1 Kademangan. Sedangkan empat SMA di Kota Blitar, yakni, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4.

Sistem zonasi, jelas Suhartono, yang mengatur 90% siswa berasal dari zona wilayah sekolah, membuat banyak calon siswa SMAN takut untuk mendaftar di sekolah yang diinginkan.

"Seperti di SMAN 1 Kota Blitar yang jadi favorit. Anak yang Nilai Ujian Nasionalnya (NUN) 33 sudah takut untuk daftar. Lha begitu pengumuman online, ternyata yang NUN 27 tapi berani daftar, malah diterima untuk memenuhi pagu itu dan ini sistem yang bekerja ," ungkap Suhartono.

Di wilayah Kota Blitar, ada 1 zonasi untuk SMAN 1,2,3 dan 4. Sedangkan di wilayah Kab Blitar, ada 3 zonasi. Zona 1 untuk SMAN Kesamben, Talun dan Garum. Zona 2 untuk SMAN Sutojayan dan Kademangan serta zona 3 untuk SMAN Srengat dan Ponggok.

Suhartono juga mengingatkan, bahwa anggapan siswa yang tinggal di wilayah Kab tidak bisa bersekolah di SMAN wilayah Kota adalah salah.

"Tidak bener itu, ada quota walaupun hanya 10% bagi siswa yang memilih di luar zonasi. Dengan catatan nilai NUN-nya harus tinggi dan sekolah yang dituju belum memenuhi pagu. Jadi mumpung masih ada kesempatan secepatnya daftar lagi hari ini," jelasnya.

Menurut Suhartono, sistem zonasi ini untuk pemerataan jumlah murid agar tidak ada lagi sekolah favorit. Namun kurangnya pemahaman masyarakat membuat sistem ini justru menjadi kendala bagi calon siswa untuk mendaftar di sekolah yang diinginkan.

Dari pantauan detikcom, pagu yang dibutuhkan lewat penerimaan jalur online di SMAN 1 Kademangan tahun ini sebanyak 222 siswa. Tapi hingga sekarang baru terisi 92 siswa, masih kekurangan 130 siswa. Sedangkan di SMAN 1 Ponggok pagu yang dibutuhkan lewat jalur online 128 siswa baru terisi 121 siswa masih kurang tujuh siswa. Untuk kota, SMAN 1 Kota Blitar masih kurang tiga siswa dari pagu 195 dan SMAN 4 kekurangan 35 siswa.

"Masih kurang 35 siswa, hampir satu rombel kekurangannya," kata Kepala SMAN 4 Kota Blitar, Sutrisno.

Jika dalam pendaftaran gelombang kedua tetap belum memenuhi pagu, tambah Sutrisno, maka pihaknya menunggu kebijakan lagi dari provinsi.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed