Berbagai karya yang mahasiswa suguhkan berupa inovasi-inovasi terkait kegunaan seputar rumah tangga. Salah satu contohnya adalah sistem pemurnian garam dengan metode rekristalisasi atau alat purifikasi biogas. Kemudian ada juga inovasi seperti window cleaner robot yang berupa robot pembersih kaca untuk gedung bertingkat di kota-kota.
Sebanyak 187 tim itu nantinya masih diseleksi kembali oleh pihak pusat. "Yang di-display ini hanya sebagian saja termasuk 10 karya ini. Yang lainnya tidak berupa benda tetapi juga proposalnya," kata Staf Humas ITS Indah Tri Sukmawati kepada detikcom di Hall lantai 1 BAAK ITS, Senin (10/7/2017).
Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan ITS Darmaji mengatakan bahwa dana yang peserta habiskan dalam proses pembuatan karyanya kurang lebih sekitar Rp 3-5 juta per kelompoknya. Dana yang mereka dapatkan berasal dari pendanaan DIKTI.
Namun sebelum mendapatkan dana dari DIKTI pihak kampus memberikan fasilitas berupa peminjaman dana untuk tim yang mengikuti PKM tersebut. Dana sekitar Rp 1,2 M dikeluarkan untuk membantu para tim dalam proses pembuatan karya-karyanya.
"Seringkali DIKTI agak terlambat dalam proses pencairan dananya sehingga ITS memberikan fasilitas berupa pendanaan buat teman-teman PKM. Jadi setelah proposal mereka sudah di acc tapi dana dari DIKTI belum turun, kami sudah membantu dalam dana sehingga mereka dapat memulai mengerjakan karya-karyanya tanpa perlu takut soal uang," kata Darmaji. (iwd/iwd)











































