Usai mengikuti upacara yang bersifat seremonial, 16 anggota Polri yang telah purna mendapat penghargaan dan ucapan dari rekan Polres Kediri Kota, Sabtu (8/7/2017). Setelah itu barulah anggota purna beserta istri (Bhayangkari) mengikuti prosesi pelepasan pedang pora di halaman Mapolres Kediri Kota, Jalan KDP Slamet 02 Kota Kediri.
Tak berhenti disitu, usai mengikuti dan melawati prosesi pedang pora, 16 orang Purna Polri tersebut langsung menuju becak yang telah disediakan beserta para pengayuhnya, yang terdiri dari Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Heriyadi, Wakapolres Kompol Andi S, serta para Kabag dan Kasat yang telah siap mengayuh becaknya.
Sontak suasana yang tadinya hari dan sedih berubah menjadi riang dan penuh canda, ketika sejumlah anggota Purna Polri yang telah naik becak, dan masih berpangkat Aiptu maupun Aipda dikayuh oleh para perwira.
"Wah pak Kapolres mbecak i saya, mohon maaf ndan dan terima kasih" ucap salah seorang Purna Polri.
Menurut Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Heriyadi, upacara Pedang pora dan ada tambahan tradisi naik becak merupakan cara Polres Kediri Kota menghargai dan bentuk penghormatan kepada para Purna Polri yang telah bertugas di kesatuan belasan bahkan puluhan tahun lamanya.
"Ini merupakan salah satu bentuk terima kasih kami dan penghormatan kami kepada para purna Polri, semoga menjadi tauladan kami dimasa yang akan datang dengan tantangan polri yang semakin nyata," ucap Anthon.
Sedangkan tradisi naik becak merupakan suatu tradisi dan bermakna bahwa, merupakan suatu nilai kesederhanaan di masyarakat, Polri berasal dari masyarakat, bekerja mengayomi dan melayani masyarakat, nantinya pun akan kembali menjadi masyarakat kembali seorang anggota polri yang telah purna.
"Bermakna kesederhanaan dan seorang anggota Polri haruslah tetap mengayomi dan melayani masyarakat, baik kami yang masih aktif maupun mereka yang telah purna, semoga menjadi panutan dalam menjaga kamtibmas di masyarakat," imbuh Anthon. (bdh/bdh)











































