Ini Pesan Gubernur Jatim ke Bupati Sampang Fadhilah Budiono

Rois Jajeli - detikNews
Kamis, 06 Jul 2017 19:42 WIB
Gubernur Jatim Melantik Bupati Sampang/Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo melantik Fadhilah Budiono sebagai Bupati Sampang 'yang ketiga kalinya'. Dalam acara pelantikan tersebut, gubernur menyampaikan pesan-pesan yang harus dilakukan Fadhilah sampai sisa masa bhakti 28 Februari 2018.

"Bupati Sampang harus fokus dalam dua hal yakni, pendidikan dan kesehatan. Dua hal ini sangat penting, karena berkaitan dengan tingkat kemiskinan masyarakat," kata Soekarwo di sela acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Bupati Sampang dan Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Sampang di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (6/7/2017).

Soekarwo beralasan, dua hal (pendidikan dan kesehatan) itu sangat penting. Pasalnya, tingkat kemiskinan di Kabupaten Sampang adalah yang tertinggi di Jawa Timur yakni, sebesar 24,11 persen.

"Perlu mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi kerjasama yang serius dalam menangani masalah kemiskinan yakni, dengan fokus pada pendidikan dan kesehatan," jelasnya.

Ia menambahkan, di bidang kesehatan, ada kaitannya antara kondisi fisik dan psikis masyarakat. Ke depan, anak-anak yang masuk bonus demografi, harus memiliki kualitas gizi yang baik.

"Bila seseorang tidak sehat, maka dia tidak bisa menerima pendidikan dengan baik, dan produktivitasnya bisa rendah," jelasnya.

Usai dilantik sebagai bupati, Budiono langsung melakukan sujud syukur, karena pertama kalinya dirinya dilantik sebagai Bupati Sampang yang ketiga kalinya.

"Saya tadi memang sempat sujud syukur. Karena, menurut saya, ini tantangan terbesar menjadi Bupati Sampang, khususnya soal daerah tertinggal," kata Budiono.

Ia mengaku, akan melanjutkan kebijakan dari bupati lama tentang infrastruktur di pedesaan.

"Dan juga terkait yang tadi disinggung oleh Pakde Karwo soal kualitas kesehatan dan pendidikan," ujarnya.

Katanya, secara umum pendidikan di Sampang sudah bagus. Hanya, untuk kalangan usia lanjut memang masih banyak ditemui buta huruf.

"Mereka rata-rata bisa mengaji. Tapi, untuk penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, memang belum bisa," tuturnya.

Terkait mengenai kesehatan, ia mengakui penyakit Kusta adalah yang masih menjadi persoalannya.

"Persoalan penyakit kusta di Sampang ini memang menjadi permasalahan utama," jelasnya.

Pengangkatan Budiono sebagai Bupati Sampang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.35-3303 Tahun 2017 tentang Pengangkatan Bupati dan Pemberhentian Wakil Bupati Sampang. Keputusan tersebut ditandatangani sejak 16 Juni 2017.

Budiono pernah dua kali sebagai Bupati Sampang yakni periode 1995-2001 dan 2001-2006.

Pada Pemilihan Bupati Sampang Tahun 2013, ia terpilih sebagai wakil bupati mendampingi Fannan Hasib. Kemudian, Bupati Fannan meninggal dunia pada 3 Mei 2017. Setelah melalui proses yang cukup panjang soal jabatannya, Budiono 'diizinkan' oleh Mendagri, untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati Sampang hingga 28 Februari 2018. (roi/bdh)