Tunggul pun menceritakan peristiwa mulai pencongkelan pintu hingga terjadinya penembakan pelaku.
"Saya terbangun ada perusakan pintu lalu bangunkan istri. Bu kelihatan ada maling jaga anak-anak, saya naik ambil pistol. Saat pantau dari atas ada bobol pintu bawa sepeda motor. Saat kejadian jarak 2 meter anak anak tidur disitu. Kalau masuk lewat bawah mungkin korban kekuarga saya selesaikan biar anak istri saya tidak terlibat," kata Mayor Tunggul kepada wartawan usai menerima penghargaan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (6/7/2017).
Tunggul pun memutuskan mengamati dari lantai dua dan sempat memberikan tembakan peringatan pada pelaku. Namun pelaku ikut mengacungkan senjata.
"Kasih peringatan masih tetap membawa lari motor, akhirnya kami lumpuhkan. Dan tidak kami arahkan ke kepala intinya hanya hambat tapi kejadian malam jarak lumayan situasi mengancam. Saya keluarkan 3 kali tembakan sisa 7 butir saya arahkan 3 pelaku yang kena 2, 1 kabur. Karena sempat ada pengejaran dan lari 100 meter. Sudah kena tembakan baru warga muncul," pungkas Tunggul.
Usai peristiwa itu dirinya mendatangi anak dan istrinya, sebelum didatangi petugas kepolisian. "Yang agak syok istri, saat kejadian selama proses pembobolan sepeda motor sampai dibawa keluar ke jalan secara langsung istri saya yang melihat," tambahnya. (fat/fat)











































