Ini Kronologi Kopaska Tembak Hingga Tewas Dua Pelaku Curanmor

Ini Kronologi Kopaska Tembak Hingga Tewas Dua Pelaku Curanmor

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Rabu, 05 Jul 2017 15:58 WIB
Ini Kronologi Kopaska Tembak Hingga Tewas Dua Pelaku Curanmor
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Dua pelaku curanmor ditembak hingga akhirnya tewas oleh korbannya di Jalan Simorejo 102 A, Surabaya. Kasus tersebut masih terus diselidiki polisi.

Korban adalah anggota TNI AL Mayor Laut (P) Tunggul Waluyo. Jabatan Tunggul adalah di Paopsjar Sekopaska Pusdiksus Kodikopsla, Surabaya. Tunggul-lah yang menembak kawanan perampok tersebut saat pelaku berusaha mencuri motornya.

"Dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, tiga pelaku menggunakan dua motor mendatangi rumah korban," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga kepada wartawan, Rabu (5/7/2017).

Dua orang berjalan menuju ke pagar rumah korban, sementara satu orang mengawasi keadaan atau situasi. Suara besi pagar yang bergesek saat pelaku merusak gembok membuat korban terbangun. Dari lantai dua rumahnya, korban melihat aksi pelaku.

Korban melihat motor Honda BeAT nopol L 3605 WM miliknya dituntun pelaku keluar rumah. Korban lalu berteriak maling yang membuat perhatian warga terarah ke rumah korban. Mendengar itu, satu pelaku mengeluarkan pistol yang membuat warga yang awalnya mendekat kemudian menjauh karena takut.

Melihat adanya pistol tersebut, korban memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali dan kemudian korban menembak para pelaku. Tak diketahui berapa tembakan yang dilepaskan. Para pelaku berusaha kabur setelah ditembak.

Satu pelaku kabur dengan motornya dan meninggalkan motor yang hendak dicurinya. Baru 50 meter melajukan motornya, dia terjatuh. Warga kemudian menghajarnya. Pelaku itu kemudian diketahui tewas dengan luka di kening.

Sementara dua pelaku lain juga kabur. Mereka kabur berboncengan motor. Satu pelaku yang dibonceng diketahui tertembak, yang diduga tertembak pada bagian kaki karena dia terlihat pincang saat berlari.

Dari lokasi, polisi mengumpulkan barang bukti berupa motor pelaku Honda Vario nopol N 6536 HHG. Nopol tersebut ternyata diketahui palsu. Dari diri pelaku, polisi menemukan sebuah airgun, pisau panjang, jimat, kunci T, kunci L, dan sepasang sandal berlumur darah.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi mengetahui identitas pelaku. Pelaku adalah Abdul Aziz (28), warga Jadih, Socah, Bangkalan. Polisi kemudian menemukan motor pelaku yang kabur. Motor bersimbah darah itu ditemukan di Jalan Krembangan Barat.

Polisi juga mendapat informasi bahwa pelaku kabur yang sempat tertembak juga telah tewas. Pelaku itu bahkan sudah dimakamkan. Pelaku itu adalah Nadih Binto (26), warga Parseh, Socah, Bangkalan. Polisi masih terus menyelidiki kasus ini.

"Kami masih memburu satu pelaku lain," tandas Shinto. (iwd/fat)
Berita Terkait