"Kapolda tetap konsisten dan meminta anggota di jajarannya, selalu waspada terhadap perkembangan situasi yang ada. Mengingat, saat ini (penyerangan) mengarah kepada anggota dan institusi kepolisian," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada detikcom, Jumat (30/6/2017) malam.
Barung bersyukur, situasi keamanan dan ketertiban di Jawa Timur aman dan kondusif. Meski tidak ada peningkatan status Siaga, Kapolda tetap memerintahkan anggotanya untuk selalu waspada, dan saling mengawasi antar anggota saat melaksanakan tugas.
"Kami bersyukur, sampai sekarang Jawa Timur aman dan kondusif. Tidak ada Siaga I, tapi anggota diminta selalu waspada terhadap gerakan, ancaman dan gangguan lainnya yang nantinya bisa membahayakan anggota," tuturnya.
Penyerangan terhadap anggota tidak hanya terjadi pada malam ini di Jakarta. Tapi di wilayah Jawa Timur, pernah ada penyerangan terhadap anggota yang bertugas di pos di wilayah Kabupaten Tuban pada April lalu.
"Anggota jangan bertindak sendiri-sendiri dan selalu mengawasi rekannya yang lain," ujarnya.
Terkait pengamanan di markas kepolisian, Barung mengatakan, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap orang yang masuk.
Seperti di Mapolda Jatim, selain anggota dipersenjatai lengkap dan selalu awas di pintu masuk, juga ada kamera CCTV untuk membantu mengawasi setiap orang masuk.
"Selalu waspada, tapi tetap humanis," tandasnya.
Seperti diberitakan, aksi penyerangan kepada polisi akhir-akhir ini terjadi. Terbaru, dua anggota Brimob Polri ditusuk saat salat di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri, Jumat (30/6/2017) malam. (roi/ugik)










































