Para pemuka lintas agama di Kabupaten Banyuwangi ikut menyampaikan ucapan selamat berlebaran kepada masyarakat setempat.
Selain dengan masyarakat, para pemuka agama itu juga mengunjungi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di kediamannya di Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, Karangdoro, Tegalsari, Banyuwangi. Mereka juga hadir dalam silaturahim bersama warga Banyuwangi yang digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi.
"Kami mengucapkan selamat Lebaran kepada seluruh umat Islam, khususnya di Banyuwangi," ujar Romo Yoseph Utus O. Carm, dari Gereja Katolik Curahjati, Purwoharjo, Kamis (29/6/2017).
Menurutnya, selama ini di Banyuwangi tercipta kerukunan umat beragama. Hal itu tidak terlepas dari kebijakan Bupati Anas yang selalu menjaga keberagaman dan melibatkan para tokoh lintas agama untuk bersama-sama mengembangkan daerah.
Menurut dia, kepemimpinan Bupati Anas berhasil mempererat hubungan dari berbagai umat beragama.
"Pak Anas mampu masuk dan merangkul semua golongan, sehingga bisa tetap harmonis," kata dia.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Romo Candra Wijaya Lukito. Ia bersama umat Katolik dari Gereja Katholik Genteng berkunjung langsung ke kediaman Bupati Anas untuk mengucapkan selamat.
"Selain untuk bersilaturahim, kami juga memperkenalkan beberapa romo yang baru," tuturnya.
Romo Luki, panggilan akrab Candra Wijaya Lukito, mengakui hal tersebut sebagai upaya untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. "Kalau sudah saling kenal, maka akan semakin mudah dalam menjaga kerukunan antar umat beragama," cetusnya.
Bupati Anas sendiri, selama kepemimpinannya, konsisten merangkul semua umat beragama untuk bersama membangun Banyuwangi. Lewat forum tiga pilar dan forum kerukunan umat beragama, para pemuka agama diajak berkumpul dan membincangkan berbagai problematika Banyuwangi untuk dipecahkan bersama.
"Lewat forum-forum tersebut, kita dapat membuka ruang komunikasi yang intens, tidak hanya antara Pemerintah dengan tokoh agama, tapi juga antar umat beragama itu sendiri. Mereka bisa bertemu dan berdialog sehingga tetap terjaga kerukunan dan keharmonisannya," ungkap Anas.
"Kerukunan adalah modal awal pembangunan. Kalau tidak rukun, kita tidak bisa bergerak maju. Jangan sampai masyarakat terbelah, kuncinya harus saling menghargai," imbuh bupati berusia 43 tahun itu.
Berkat kerukunan tersebut, pada tahun ini Kementerian Agama RI memberikan penghargaan Harmony Award kepada Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang berhasil membina kerukunan antar umat beragama. Banyuwangi juga dimasukkan dalam jaringan Kota Welas Asih dunia dari lembaga kerukunan umat yang didirikan oleh Karen Amstrong. (bdh/bdh)











































