Penyebabnya diduga karena tersendatnya pasokan BBM akibat terjadinya bencana tanag longsor di jalan raya Gumitir, Desa Garahan, Kecamatan Silo, Jember.
"Kemarin memang ada kejadian longsor di jalur Gunung Gumitir. Nah, untuk SPBU di Jember ini kan dipasok dari terminal BBM yang ada di Tanjungwangi, Banyuwangi. Dan rutenya melalui jalan raya di gunung Gumitir itu," jelas Area Manager Communication and Relations Pertamina Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, Heppy Wulansari, Senin (26/6/2017).
Akibat longsor tersebut, jalur tidak bisa dilewati dan mobil tangki Pertamina yang akan mendistribusikan ke Jember harus kembali lagi ke Banyuwangi. Untuk pengiriman ke Jember, akhirnya mobil tangki terpaksa lewat Situbondo.
"Karena lewat Situbondo, jadi waktu tempuhnya juga menjadi lebih lama. Sehingga pengiriman ke Jember butuh waktu yang lebih lama juga," terang Heppy.
Namun dia memastikan siang ini pasokan BBM ke sejumlah SPBU di Jember sudah normal kembali. Karena mobil tangki sudah mulai melakukan pengisian di sejumlah SPBU.
"Mudah-mudahan siang ini sudah tidak terlalu antre. Dan untuk hari ini kita sudah dapat informasi yang jalur Gumitir sudah bisa dilalui. Jadi pasokan juga sudah kembali normal," katanya.
Selain karena tersendatnya distribusi, antrean kendaraan di sejumlah SPBU juga dikarenakan lonjakan kebutuhan BBM.
"Jember ini kan jalur lalu lintas kendaraan dari Jawa ke Bali. Jadi liburan ini juga banyak kendaraan yang melintas dan kebutuhan BBM otomatis juga naik," terang Heppy.
Pantauan detikcom di lapangan, antrean panjang kendaraan memang masih terlihat di sejumlah SPBU di Jember. Antrean itu terlihat di SPBU Jubung, kecamatan Sukorambi, Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates dan SPBU di Kecamatan Ajung. (ugik/ugik)











































