Sedangkan Wisnu Sakti Buana, berada di bagian depan shaf laki-laki. Wisnu berdampingan dengan suami Risma. Shaf jamaah laki-laki dan perempuan dibatasi air mancur Taman Surya.
Salat Id nampak tertib dan teratur karena setiap umat mengisi shaf yang kosong mulai dari depan hingga belakang. Mereka membawa alas seperti dari koran, kemudian di atasnya dihamparkan sajadah.
Imam salat yakni Ustadz Azis Muslim. Kemudian dilanjutkan khotbah salat yakni Prof DR Abdul A'la, yang merupakan Rektor Universitas Negeri Islam Sunan Ampel Surabaya.
Pesan Khatib Salat Id di Balai Kota Surabaya, Ingatkan 'Wabah' Ujaran Kebencian
Khatib Salat Id mengingatkan umat Islam untuk tetap menjaga solidaritas sosial, tidak saling menghujat dan tetap menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Peradaban publik dewasa ini di dunia global dan Indonesia mengalami pemudaran yang pesat dan bisa dikatakan agak parah. Ujaran kebencian, fitnah dan semacamnya demikian mudah ditemui. Demikian pula, tindak kekerasan terhadap orang lain, sudah terjadi berulang-kali," ujar Prof A'la.
Prof A'la mengatakan, dengan fenomena ini, prilaku saling menyantuni, saling menghormati dan saling melindungi mulai diabaikan.
"Dan mulai menampakkan diri menjadi suatu yang agak langka pada sebagian kelompok," tuturnya.
Perbedaan jenis kelamin, keragaman suku etnis dan semacamnya kata Prof A'la, dalam ajaran Islam menjadi modal untuk mengembangkan solidaritas dan soliditas sosial serta penguatan kerjasama, justru menjadikan justifikasi oleh orang dan kelompok tertentu untuk memfitnah, menghina dan menyerang kelompok di luar kelompok mereka.
"Egoisme yang mengedepankan kepentingan diri, yang dianggap diri paling benar, mulai mewabah," ujarnya.
Di momen bulan ramadan dan sudah dilalui dengan salat Id ini, diharapkan umat Islam dapat membersihkan diri untuk mengembangkan solidaritas, soliditas dan empati terhadap sesama.
"Dari kebersihan diri, kebersihan jiwa hingga kebersihan lingkungan, diharapkan mampu menjaga kesehatan dan dengan kondisi itu, kita harus mampu melestarikan NKRI," jelasnya.
(roi/ugik)











































