Kepala Terminal Surodakan Trenggalek, Suwaji, Jumat (23/6/2017) mengatakan, jumlah bus yang masuk terminal rata-rata 150 armada perhari, sedangkan pada hari biasaya hanya berkisar 75 armada.
"Lonjakan arus mudik yang menggunakan bus, masih didominasi oleh peserta mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak swasta. Hari ini saja ada sekitar 1.055 penumpang dari 26 bus," katanya.
Menurutnya, sebagian besar pemudik yang tiba hari ini berasal dari daerah Surabaya dan sekitarnya. Para pemudik rata-rata merupakan perantau yang bekerja di sektor industri maupun sektor lain.
Suwaji memprediksi, H-2 dan H-1 merupakan puncak kedatangan arus mudik 2017. Hal tersebut sesuai dengan masa berlakunya cuti bersama lebaran 2017. "Malam ini kemungkinan juga masih banyak pemudik yang datang," ujarnya.
Pihaknya mengaku tidak bisa memantau secara penuh jumlah pemudik yang masuk ke Trenggalek dengan menggunakan armada bus, mengingat tidak semua bus menurunkan penumpangnya di terminal.
"Karena terminal ini posisinya di dalam kota, sedangkan penumpang ada yang turun di Durenan, Bendorejo, Ngetal dan beberapa titik lain. Yang penumpangnya diturunkan ke sini semua adalah rombongan mudik gratis," ujarnya.
Hal serupa juga terjadi untuk armada bus antar kota antar provinsi (AKAP), rata-rata mereka menurunkan penumpangnya di agen PO masing-masing tanpa harus masuk di Terminal Surodakan.
Ditambahkan, peserta mudik gratis setiap tahun terus mengalami peningkatan, karena saat ini tidak hanya diselenggarakan oleh pemerintah, namun sejumlah BUMN, perusahaan swasta maupun komunitas juga banyak yang menyelenggarakan rombongan mudik gratis.
"Tentunya ini sangat bagus karena bisa meminimalisir terjadinya kemacetan di jalan raya dan mengurangi risiko kecelakaan. Bahkan pemerintah provinsi menyediakan layanan untuk mengangkut sepeda motor pemudik," ujarnya. (bdh/bdh)











































