"Kita pantau di jalur tengah dari Sragen ke arah Ngawi masuk wilayah Jawa Timur. Arus mudik dari tol fungsional (tol darurat) dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, sementara ini belum terlalu padat," kata Kapolda Jatim usai memantau jalur mudik melalui udara bersama Irwasda Kombes Pol Wahyudi Hidayat, Direskrimum Kombes Pol Agung Yudha W dan Kabid Propam AKBP Indra Jafar di halaman Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (23/6/2017).
Kapolda juga memantau tol darurat (fungsional) yang menghubungkan Jawa Tengah ke Ngawi Jawa Timur. Seksi 1 (Solo-Mantingan) segmen Sragen-Mantingan, panjang ruas 21,35 Km. Seksi 2 Mantingan-Ngawi, panjang 34,20 Km dan yang akan difungsionalkan 20,00 Km.
"Dengan melalui tol fungsional, menjadi salah satu solusi meringankan beban di jalan negera," ujarnya sambil menambahkan, arus di tol dari Jawa Tengah ke Ngawi melalui Widodaren, kemudian belok ke kiri menuju je jalan negara (jalan nasional). Jika terjadi sumbatan di jalur tersebut, kita dibelokkan ke kanan menuju ke jalur alternatif.
"Nanti ada penebalan jumlah anggota disana (exit dari tol darurat)," ujarnya.
Kemudian di jalur tengah yakni, Widodaren-Ngawi-Madiun-Caruban-Nganjuk-Mengkreng hingga Jombang. "Ke arah Jombang, mudah-mudahan (pemudik) jembatan bailey bisa dimanfaatkan, sehingga tol fungsional berfungsi meringankan beban di Simpang Mengkreng," jelasnya.
Dari hasil pantauan secara keseluruhan, untuk arus mudik di jalur tengah Jawa Timur pada H-2 masih terpantau lancar. "Jalur tengah tadi cenderung sepi," tandasnya. (roi/fat)










































