"Ini adalah bagian kegiatan rutin dengan sandi Surabaya Tertib Ramadan, masyarakat mencegah kejahatan," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal kepada wartawan, Jumat (23/6/2017).
108 Kasus terpecahkan dengan 73 tersangka, kata Iqbal, merupakan bukti tersebut. Ada lima kasus yang mendominasi pengungkapan yakni curat, curanmor, curas, gendam, dan penadahan.
Puluhan Penjahat Jalanan di Surabaya Dibekuk Foto: Imam Wahyudiyanta |
"Ini strategi harkamtibmas Polrestabes Surabaya dan jajaran. Kami maksimal melakukan upaya pencegahan, menyapa, memerankan dan mengoptimalkan daya cegah masyarakat. Di lain itu, fungsi reserse bergerak dan sangat kencang," kata Iqbal.
Dalam kesempatan itu, Iqbal mengembalikan motor hasil kejahatan kepada pemiliknya. Ada tiga motor yang dikembalikan ke pemiliknya. Salah satu korban yang motornya kembali adalah Giarto. Pemilik rumah makan padang itu mengaku motornya hilang pada hari keempat puasa.
"Saat itu ada yang pesan 22 bungkus nasi. Ternyata pembayarannya kurang RP 100 ribu. Dia izin pinjam motor untuk mengambil uang. Ternyata dia nggak kembali," kata Giarto.
Penjahat Jalanan di Surabaya Dibekuk Foto: Imam Wahyudiyanta |
Giarto sebetulnya mengikhlaskan motornya karena dia tak yakin motor itu akan kembali. Namun dia tak menyangka saat ditelpon polisi bahwa motornya telah ditemukan.
"Ya sangat bersyukur, semoga polisi yang menangkap pelakunya diberi kesuksesan," kata Giarto.
Motor salah satu warga ditemukan Foto: Imam Wahyudiyanta |
(iwd/fat)












































Puluhan Penjahat Jalanan di Surabaya Dibekuk Foto: Imam Wahyudiyanta
Penjahat Jalanan di Surabaya Dibekuk Foto: Imam Wahyudiyanta
Motor salah satu warga ditemukan Foto: Imam Wahyudiyanta