detikNews
Selasa 20 Juni 2017, 14:57 WIB

Mie Mengandung Babi Ditemukan di Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Mie Mengandung Babi Ditemukan di Malang Sidak petugas UPT Perlindungan Konsumen Disperindag Jatim/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - BPOM minta produk mie instan asal korea ditarik dari pasaran. Namun, mie mengadung fragemn DNA babi tersebut masih ditemukan di sejumlah supermaket di Malang.

Penemun mie mengadung babi itu saat inspeksi mendadak yang digelar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Konsumen Disperindag Jawa timur, di dua tempat yakni Superindo di Jalan Raya Sulfat, dan Giant di Jalan Danau Toba, Selasa (20/6/2017).

Superindo menjadi tempat pertama, petugas tidak menemukan produk mi tersebut. Penyisiran kemudian dilanjutkan di lokasi kedua. Disini petugas menemukan mie asal Korea yang mengandung babi terpajang di salah satu rak di bagian makanan dan minuman.

Mie dengan merk Shin Ramyun tersebut diketahui mengandung DNA babi namun tidak mencantumkan kandungannya tersebut pada kemasan. "Ada satu bungkus di rak, kami temukan," ungkap Kepala UPT Perlindungan Konsumen

"Tadi kami temukan satu bungkus di rak," ujar Kepala UPT Perlindungan Konsumen Disperindag Jawa Timur Wahyono Metrikno kepada wartawan disela sidak.

Tidak puas, petugas melanjutkan dengan memeriksa gudang tempat penyimpanan persediaan barang. Hasilnya, petugas mendapati beberapa karton produk yang sama tersimpan. "Ini jelas ada kandungan babi, tetapi tidak mencantumkan gambar babi pada kemasannya," sambung Wahyono.

Namun dengan temuan itu, langsung dibantah pihak pengelola, Kartiko Wahyudi, Division Manager Giant Sawojajar mengatakan bahwa produk tersebut sudah ditarik dari rak sejak empat hari lalu.

"Sejak diumumkan ditarik sudah kami pajang untuk dijual, mungkin tertinggal satu. Tetapi kami pastikan bahwa semua sudah ditarik dan disimpan di gudang," ujarnya terpisah.

Kartiko mengatakan, supermarket tempat dia bekerja itu baru buka sekitar satu minggu lalu. Dari awal memang pihaknya sempat menjual produk mie tersebut.

"Tetapi begitu ada perintah penarikan. Langsung kami turunkan dari rak," tandasnya.

Sidak mie menyalahi aturan izin, menurut Wahyono Metrikno, akan tetap digelar hingga sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Dijelaskan mie mengandung babi sebenarnya boleh beredar di Indonesia, hanya saja harus mencantumkan gambar babi berwarna merah dengan dasar warna putih.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com