DetikNews
Selasa 20 Juni 2017, 04:37 WIB

Ganyang Hoax dan Perangi Narkoba dari Warga eks Lokalisasi Dolly

Rois Jajeli - detikNews
Ganyang Hoax dan Perangi Narkoba dari Warga eks Lokalisasi Dolly Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Warga eks lokalisasi Dolly melakukan gerakan Ganyang Hoax dan Perangi Narkoba. Kegiatan tersebut disambut positif warga, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya dan Polrestabes Surabaya.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara Dolly Saiki Fest 2017 yang digelar oleh Komunitas Bicara Surabaya bekerjasama dengan Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya.

Setelah acara diskusi yang dihadiri Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya Kompol Anton, Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti, Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lilly Djafar, warga ikut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk gerakan Ganyang Hoax dan Perangi Narkoba. di Gang 'Dolly", Jalan Kupang Gunung Timur I, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Senin (19/6/2017).

Serta menandatangani tiga item kesepakatan Ganyang Hoax dan Perangi Narkoba yakni, Pertama, Masyarakat Surabaya menolak keras penyebaran berita ada informasi yang menyesatkan, bohong, fitnah, sehingga bisa berakibat rusaknya kerukunan, kesatuan dan persatuan.

Ganyang Hoax dan Perangi Narkoba dari Warga eks Lokalisasi DollyFoto: Rois Jajeli
Kedua, Masyarakat Surabaya siap memerangi dan membantu sepenuhnya aparat berwajib, memberantas peredaran narkoba.

Ketiga, Masyarakat Surabaya bersama pemerintah kota dan forum pimpinan daerah akan bahu-membahu menciptakan suasana kondusif, aman dan tentram.

"Gerakan ini sangat bermanfaat bagi warga, karena kegiatan ini diprakarsai oleh masyarakat, sehingga bisa tepat sasaran," kata Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya Kompol Anton.

Ia mengatakan, kondisi Dolly saiki sudah berbeda dengan Dolly sebelumnya. "Diharapkan, warga bisa lebih peduli untuk memerangi narkoba, serta meminimalisir penyebaran berita bohong," jelasnya.

Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti mengatakan, kegiatan tersebut juga sangat membantu BNN dalam mengkampanyekan sekaligus memerangi bahaya narkoba.

Hingga merubah stigma dan cap Dolly yang sebelumnya masuk kawasan merah (berbahaya), dan sekarang sudah bukan lagi kawasan merah.

"Sekarang sudah tidak menjadi kawasan merah lagi. Kawasan merah (bahaya narkoba) sekarang bergeser ke arah Surabaya bagian utara seperti Sidotopo," kata Suparti.

Ia berharap, kegiatan ini rutin, sehingga masyarakat mengetahui jenis-jenis narkoba yang berbahaya, dan masyarakat ikut peduli memeranginya.

"Kampanye ini harus terus digalakkan, agar kawasan ini bebas dari peredaran narkoba," jelasnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar menilai, gerakan Ganyang Hoax dan Perangi Narkoba, ikut membantu program Polrestabes Surabaya dalam mengkampanyekan melawan berita hoax dan memerangi narkoba. Apalagi, kondisi saat ini, penyebaran Hoax dinilai sudah meresahkan masyarakat.

"Dengan cara seperti ini, warga diharapkan ikut membantu pihak berwajib memerangi dua hal itu," tandasnya.
(roi/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed