Dalam sidak tersebut, petugas dari Dinas Pertanian memburu adanya daging sapi tak sehat yang mengandung penyakit, gelonggongan, ataupun campuran. Selain itu, daging ayam mati kemarin (tiren) ataupun daging ayam tak sehat untuk konsumsi, tak luput dari inspeksi tersebut.
"Kita ingin melihat kondisi pasar daging di Banyuwangi. Melihat kualitas daging, kesehatan hewan yang disembelih, ketersediaan daging yang cukup karena kita ingin swasembada daging," ujar Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan kepada detikcom, usai melakukan sidak.
"Alhamdulillah semuanya sehat dan tidak ada daging campuran atau gelonggongan. Ketersediaan daging mencukupi," tambahnya.
Arief menjelaskan, pedagang sapi juga sudah memotong berbagai jenis sapi. Karena sebelumnya, para pedagang daging sapi lebih cenderung memilih sapi dari Bali. Karena dagingnya lebih banyak dan memiliki tulang kecil.
"Ya sekarang sudah tidak hanya daging sapi Bali. Limousin juga sudah ada yang motong di sini," kata Arief.
Sementara Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Bambang Sugiyanto mengatakan, setiap waktu Dinas Pertanian melakukan sidak daging sapi maupun ayam di pasar Blambangan. Dinas Pertanian menjamin daging yang terdistribusi ke masyarakat sudah Aman, Sehat, Utuh dan Halal (Asuh).
"Kegiatan ini kita sudah sosialisasikan dengan baik di seluruh Banyuwangi. Dan sidak ini kita sebar ke beberapa penjuru Banyuwangi," ujarnya.
Pengawasan ini akan terus dilakukan oleh Dinas Pertanian Banyuwangi hingga Lebaran 2017. Ini dilakukan untuk keamanan masyarakat yang akan mengkonsumsi daging saat Lebaran tahun ini. (fat/fat)











































