"Kalau dulu per orang dapat Rp 400 ribu, maka tahun ini mendapat Rp 1,2 juta," kata Faida dalam sambutannya sebelum memberikan insentif guru ngaji secara simbolis di ponpes Miftahul Ulum, desa Manggisan, kecamatan Tanggul, Sabtu (17/6/2017).
Pemberian insentif itu diberikan secara bertahap bagi sekitar 13.500 guru ngaji yang sudah terverifikasi. Masing - masing tahapan besarannya Rp 400 ribu. Tahap pertama sudah dibayarkan sebelum bulan Ramadan lalu. Hari ini merupakan pencairan untuk tahap kedua.
"Nanti kami akan bayarkan lagi setelah lebaran," tambah Faida.
Selain meningkatkan jumlah insentif hingga tiga kali lipat, proses pencairan kali ini juga berbeda. Pemkab Jember menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai tempat penerima insentif guru ngaji. Jadi para penerima insentif ini membuka rekening di BRI, dan insentif tersebut ditransfer ke nomor rekening masing-masing penerima.
"Agar bisa diterima langsung tanpa adanya pungutan liar atau pungli," kata Faida.
Proses penganggarannya pun, lanjut Faida juga tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya insentif guru ngaji ini masuk dalam hibah bansos, maka tahun ini melekat di program Dinas Pendidikan.
"Sebab ada aturan bahwa hibah bansos itu tidak boleh diberikan berulang-ulang dan kepada orang yang sama. Maka insentif guru ngaji ini kita masukkan ke program dinas pendidikan, bukan hibah bansos," terang Faida.
Pemberian insentif, kata Faida, merupakan salah satu bentuk apresiasi Pemkab Jember kepada para guru ngaji yang telah berjuang untuk membentuk generasi yang Qurani.
"Sebab sejatinya, membangun Jember adalah membangun sumber daya manusia. Dan sumber daya manusia yang unggul adalah sumber daya yang Qurani," lanjutnya.
Selain guru ngaji, pemkab Jember juga memberikan insentif untuk guru agama lain. Salah satunya adalah guru kitab suci agama Hindu.
"Ada belasan guru agama kitab suci Hindu yang juga kami beri insentif. Syaratnya dia memang tidak melakukan pekerjaan lain selain mengajarkan kitab suci agama tersebut," jelas Faida.
Selain insentif, Pemkab Jember juga membuka peluang bagi anak - anak guru ngaji untuk mendapatkan beasiswa pendidikan di perguruan tinggi. Sebab Pemkab Jember telah menyiapkan anggaran beasiswa bagi 5.000 mahasiswa.
"Saya berharap dari 5.000 itu nantinya ada anak-anak dari para guru ngaji," pungkasnya. (iwd/iwd)











































