Sidak ke Ketapang-Gilmanuk. Dirjen Hubdat Coba Rakit Penolong

Sidak ke Ketapang-Gilmanuk. Dirjen Hubdat Coba Rakit Penolong

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 17 Jun 2017 17:55 WIB
Sidak ke Ketapang-Gilmanuk. Dirjen Hubdat Coba Rakit Penolong
Dirjen Perhubungan Darat saat melakukan pertemuan (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Direktur Jenderal Perhubungan Darat pada Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Pudji Hartanto, menggelar sidak di pelabuhan ASDP Ketapang-Gilimanuk.. Sidak digelar dalam rangka persiapan arus mudik Lebaran 2017.

Tak hanya melakukan sidak, Pudji juga menggelar pertemuan dengan seluruh stakeholder pelayaran di dua pelabuhan di Selat Bali ini.

"Kurang beberapa hari lagi arus mudik di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk berlangsung. Kami minta semua yang ada disini bisa maksimal melakukan pelayanan. Harus fokus," kata Pudji di alam pertemuan itu, Sabtu (17/6/2017).

Sejauh ini, kata Pudji, pihaknya mengamati persiapan arus mudik tahun ini lebih siap ketimbang tahun sebelumnya. Dua pelabuhan di antara Jawa dan Bali ini terlihat sudah siap melayani arus mudik dan balik Lebaran nanti.

"Sudah ada pelindung panas bagi pengendara kendaraan roda dua dan kipas angin," tambahnya.

Sebelumnya rombongan Kemenhub tersebut ikut berlayar menikmati sarana dan prasarana KMP Dharma Rucitra dari Pelabuhan ASDP Gilimanuk menuju Ketapang. Mereka ingin mengecek kenyamanan penumpang kapal dan bagaimana pelayanan di dalam kapal.

"Jangan sampai nanti pas kondisi padat mereka malah terbengkalai. Jangan sampai itu terjadi," tambah Pudji.

Tak hanya mengecek kenyamanan dan pelayanan kapal, mereka juga mengecek fasilitas keamanan dan keselamatan. Mulai dari pelampung keselamatan hingga Inflatable liferats (IRT) yakni rakit penolong yang ditiup secara otomatis.

Percobaan dilakukan di KMP Dharma Rucitra. Percobaan pertama gagal lantaran tali IRT terlalu panjang. Percobaan kedua IRT bisa mengembang dan bisa digunakan sebagai alat keselamatan.

"Kita ingin keselamatan menjadi prioritas. Lebih utama adalah keselamatan. Sempat tadi gagal, tapi akhirnya bisa digunakan. Jangan sampai tidak bisa ya," pungkasnya. (iwd/iwd)
Berita Terkait