"Tadi kami temukan bus yang kurang laik jalan. Ada yang ban depannya sudah halus dan vulkanisiran, hingga harus diganti. Ada juga yang kabel klaksonnya putus. Harus segera diperbaiki," kata Kasatlantas Polres Situbondo, AKP Himmawan Setiawan.
Bahkan, aparat kepolisian membatasi pergantian ban dan perbaikan itu harus sudah selesai pada Sabtu (17/6) besok. Jika tidak, bus-bus angkutan lebaran itu diancam akan 'dikandangkan'.
"Besok kalau masih tetap tidak diperbaiki, terpaksa bus-bus tadi tidak kami perbolehkan untuk jalan. Mereka akan dikandangkan sampai dilakukan perbaikan," ancam Admin UPTD Terminal Situbondo, Ismail Bakri.
Pengamatan detikcom menyebutkan, selain mengecek kondisi kendaraan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap kondisi kesehatan para sopir bus. Bahkan, juga dilakukan tes urine untuk mengantisipasi penggunaan narkoba oleh kalangan sopir. Pihak Satlantas sengaja menggandeng Dokkes Polres untuk mekakikan pemeriksaan kesehatan para sopir.
"Karena penyebab kecelakaan itu khan banyak. Selain kondisi kendaraan, juga bisa karena human error yang bisa saja karena berawal dari kondisi kesehatan. Makanya, semuanya kita antisipasi untuk meminimalisir kecelakaan," tegas Himmawan Setiawan.
Hasil pemeriksaan kesehatan dan tes urine para sopir tersebut, tidak ditemukan adanya sopir yang mengonsumsi narkoba. Hanya saja ada beberapa sopir yang mengalami gangguan kesehatan, seperti menderita penyakit maag, hiper tensi, dan penyakit lainnya. Mereka langsung diberi obat dan disarankan untuk istirahat.
"Selama pemeriksaan, kami juga terus memberikan imbauan agar para sopir tidak bersikap ugal-ugalan di jalan. Bahkan, sempat doa bersama sebelum berangkat demi keselamatan," papar AKP Himmawan Setiawan. (bdh/bdh)











































