Ndan Iqbal Sekarang Bisa Pantau Lalin Surabaya dari Ruangannya

Ndan Iqbal Sekarang Bisa Pantau Lalin Surabaya dari Ruangannya

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Jumat, 16 Jun 2017 12:19 WIB
Ndan Iqbal Sekarang Bisa Pantau Lalin Surabaya dari Ruangannya
Ada 16 layar TV menempel di dinding ruang kerja Kapolrestabes Surabaya (Foto: Budi Sugiharto)
Surabaya - Hiruk pikuk kehidupan di Surabaya kian hari kian komplek. Bagi kepolisian, diperlukan usaha lebih agar terus bisa memantau dan mengawasi situasi kamtibmas setiap hari. Ternyata, itu bisa dilakukan Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal, cukup di ruang kerjanya.

Salah satu penunjang kinerja Iqbal adalah adanya layar besar di ruang kerjanya. Dari situ, situasi keamanan dan ketertiban (kamtibmas) Kota Surabaya bisa dipantau setiap detik, setiap saat, setiap waktu, dan setiap hari.

Sebenarnya, layar besar yang menempel di dinding itu terdiri dari 16 panel TV LED yang masing-masing berukuran 32 inchi. Sorotan cctv di jalanan Kota Surabaya tertuang di layar panel TV tersebut.

"Memang ada 16 layar, tetapi satu layar bisa terbagi menjadi empat. Jadinya 4 x 16 tampilan," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal kepada detikcom, Jumat (16/6/2017).

Tidak hanya menyorot sudut Surabaya saja, tapi juga menyorot mako internal kepolisianTidak hanya menyorot sudut Surabaya saja, tapi juga menyorot mako internal kepolisian Foto: Budi Sugiharto
Iqbal mengatakan, layar panel di ruang kerjanya terhubung dengan command center milik Pemkot Surabaya. Karena itu Iqbal bisa memantau situasi dan perkembangan Kota Surabaya melalui cctv milik Pemkot Surabaya, khususnya dalam hal kamtibmas.

Layar lebar di ruang kerja pria yang akrab disapa ndan Iqbal ini mirip dengan yang ada di ruang kerja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Hanya saja layar yang ada di ruang kerja Risma lebih banyak karena space atau tempatnya yang memang lebih luas.

"Macet, saya bisa komandokan penanganannya. Demo, saya bisa pantau," kata Iqbal.

Selain itu, kata Iqbal, apabila terjadi kejahatan jalanan yang terpantau polisi, maka cctv tersebut bisa menjadi bukti digital karena setiap pergerakan di kamera selalu terekam secara otomatis. Iqbal mengusahakan memantau setiap saat layar lebar di ruang kerjanya tersebut. Namun bila Iqbal berhalangan, maka ada petugas khusus yang akan mengawasi layar lebar tersebut.

"Tapi layar ini tak hanya menginfokan apa yang ada di sudut Kota Surabaya saja yang merupakan sisi eksternal, tetapi juga menyorot sisi internal kami yakni setiap polsek dan bahkan Polrestabes Surabaya sendiri," lanjut Iqbal.

Dengan menyorot setiap markas komando kepolisian yang ada di wilayahnya, dengan mudah pula Iqbal bisa memonitor setiap perkembangan yang ada di dalam wilayah internalnya. Iqbal bisa tahu mana polsek yang aktivitasnya baik, pun polsek yang kurang beraktivitas.

"Saya bermimpi, tidak ada satupun area yang tak ter-cover cctv," tandas Iqbal.

Jadi, untuk pengguna jalan, jangan nekat melanggar kalau tidak ingin ketahuan. (iwd/fat)
Berita Terkait