Kasat Lantas Polres Kota Mojokerto AKP Donny Dwija Romansa mengatakan, jalur mudik rawan kecelakaan utamanya di By Pass Mojokerto, yakni antara simpang empat Mertex dengan simpang lima Kenanten. Selain sempit, jalur nasional ini tak dilengkapi median jalan dan bergelombang di beberapa titik.
"Selama Mei 2017, di By Pass Mojokerto terjadi 3 kecelakaan dengan satu korban meninggal dunia. Selain faktor jalan, juga akibat kelalaian pengemudi, bisa mengantuk, tak konsentrasi dan pakai ponsel," kata Donny kepada detikcom, Kamis (15/6/2017).
Sedangkan lokasi rawan kecelakaan lainnya, lanjut Donny, antara simpang tiga Mlirip hingga jembatan utara di Kecamatan Jetis. Jalur ini biasa dijadikan alternatif bagi pemudik dari Surabaya menuju Jombang untuk menghindari kemacetan di By Pass Mojokerto. Selama bulan Mei, terjadi 2 kecelakaan dengan 1 korban meninggal.
"Itu wilayah black spot. Karena faktor jalan sempit, banyak pengendara tak sabar mendahuli kendaraan lain kemudian menabarak kendaraan dari arah berlawanan. Khususnya roda dua," terangnya.
Untuk menekan angka kecelekaan selama mudik lebaran, kata Donny, pihaknya akan mendirikan pos pengamanan (Pos Pam) di kedua jalur tersebut.
"Nantinya kami tempatkan sejumlah personil di pos pam. Kami juga koordinasi dengan instansi terkait untuk menambah penerangan, rambu-rambu dan kami tambahi banner imbauan untuk mengingatkan pemudik kalau jalur tersebut rawan kecelakaan," ujarnya.
Tak hanya rawan kecelakaan, menurut Donny, By Pass Mojokerto juga menjadi langganan kemacetan selama arus mudik. Selain jalur yang sempit, juga terdapat perlintasan kereta api (KA) di jalan nasional ini. Tepatnya di Lingkungan Sekarputih, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.
Jalan yang bergelombang mendekati perlintasan, membuat semua kendaraan dari arah Surabaya dan sebaliknya, harus melambat. Ketika volume kendaraan tinggi, otomatis akan menumpuk di By Pass Mojokerto. Oleh sebab itu, jalur ini patut dihindari para pemudik.
"Solusi kami kalau terjadi kemacetan saat mudik di By Pass Mojokerto, trafick light (TL) di simpang Kenanten akan diprioritaskan untuk arus dari arah Surabaya," jelasnya.
Selain itu, tambah Donny, pihaknya menyiapkan dua jalur alternatif untuk mengatasi kemacetan di By Pass Mojokerto. Pada puncak arus mudik yang diprediksi terjadi H-2 lebaran, pemudik dari arah Surabaya bisa masuk ke dalam kota via simpang empat Sekarputih tembus simpang tiga Jampirogo di Kecamatan Sooko. Selain itu, pemudik juga bisa melalui simpang tiga Tarik (Sidoarjo) tembus Jalan Raya Mlirip.
"Kalau kemacetan masih parah, kami terapkan contraflow di By Pass Mojokerto mengutamakan kendaraan dari arah Surabaya," cetusnya.
Difungsikan Tol Sumo dan Mojokerto-Kertosono mulai H-10 lebaran, tambah Donny, diharapakan bakal mengurangi kemacetan di By Pass Mojokerto.
"Kami imbau pemudik ekstra hati-hati, harap bersabar saat terjadi peningkatan volume kendaraan. Cek kembali kelayakan kendaraan sebelum digunakan," tandasnya. (fat/fat)











































