Kapolrestabes Surabaya Minta 3 Pilar Tetap Tingkatkan Kewaspadaan

Kapolrestabes Surabaya Minta 3 Pilar Tetap Tingkatkan Kewaspadaan

Zaenal Effendi - detikNews
Rabu, 14 Jun 2017 21:26 WIB
Kapolrestabes Surabaya Minta 3 Pilar Tetap Tingkatkan Kewaspadaan
Foto: Zainal Effendi
Surabaya - Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal bersyukur selama 19 hari dalam Operasi Sutera (Surabaya Tertib Ramadan) 2017, angka kejahatan di jalanan secara signifikan (curat, curas dan curanmor) menurun.

Hal ini diungkapkan M Iqbal dalam evaluasi kinerja tiga pilar Pemkot, TNI dan Polri di ruang Sawunggaling lantai 6 Gedung Pemkot Surabaya, Rabu (14/6/2017).

"Almahdullilah memasuki hari ke-19 kita dapat menekan angka kejahatan di jalanan secara signifikan (curat, curas dan curanmor) kurang lebih 70%," kata Iqbal saat memberikan sambutan.

Meski menurun, Iqbal terus memotivasi agar sampai H+7 semakin giat. Sebab, menurut data yang ada, mendekati hari raya gangguan keamanan khususnya kejahatan jalanan dan curat rumah kosong kemungkinan akan meningkat.

"Maka dari itu, kami mentrigger TNI dan Polisi untuk mengoptimalisasi kinerjanya dengan menunjukkan simbol-simbolnya di tengah-tengah masyarakat bahwa kami hadir untuk melindungi dan memberi keamanan bagi masyarakat," ujar mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991 juga berharap kehadiran 3 pilar di tengah-tengah masyarakat melalui kegiatan rutin bersepeda, cangkrukan, pengamanan di masjid- masjid saat teraweh atau salat subuh, buka bersama dan berbagi takjil bisa terus dilakukan.

"Pada akhirnya public trust terwujud melalui efort dan kinerja kami dalam menciptakan situasi aman dan nyaman di tengah masyarakat," harap Iqnal. tandasnya.

Ditanya soal target pengamanan jelang idul fitri, Iqbal menargetkan angka kriminalitas di surabaya zero alias nol kriminalitas. Dengan menerjunkan 1.500 personel selama bulan ramadan ini tim akan melakukan pengamanan di sejumlah titik.

"Mulai dari SPBU, tempat pegadaian, pusat perekonomian dan perbelanjaan, melakukan pengawasan di terminal, meyakinkan terminal aman, dan memperlancar arus lalu lintas," tegas Iqbal.

Selain 3 pilar, adapun peran camat, lurah, dan RT/RW yang sangat signifikan dalam membantu keamanan di kampung-kampung atau perumahan. Baginya, mereka adalah ujung tombak yang pertama kali mengetahui embrio (bibit yang bermasalah). Dan ketika embrio tersebut sudah terdeteksi diharapkan secepat mungkin berembuk, duduk bersama TNI dan Polri untuk memadamkan permasalahan yang ada, sehingga, ditemukan solusi dari hasil obrolan tersebut.

"Kami semua berharap camat, lurah dan RT/RW berperan aktif bukan reaktif karena itu peran yang diharapkan dari mereka. Karena jika mereka tidak proaktif akan terjadi ganguan keamanan yang merugikan segala aspek, rugi generasi muda dan dukungan anggarannya (meliputi banyak hal)," ujar pria asli Palembang itu.

Iqbal juga menghimbau kepada masyarakat yang mudik lebaran agar mengkomunikasikan dengan RT/RW setempat agar didata oleh 3 pilar sehingga sistem keamanan lingkungan mudah dibentuk. "Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti lupa mematikan listrik dan kompor," urai mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Sementara itu, Sekretaris Kota Surabaya Hendro Gunawan mengapresiasi kinerja dari jajaran tiga pilar. Menurutnya, sepak terjang operasi sutera yang baru pertama kali diadakan di Indonesia sudah berhasil dan sangat luar biasa. "Sikap dan etos kerja mereka patut diacungi jempol dan mampu dijadikan sebagai pilot project di semua daerah," ungkap Hendro.

Ke depan Pemkot akan terus menjalin komunikasi dengan jajaran kepolisian serta TNI sekaligus mendukung segala bentuk kegiatan untuk meredam atau menekan aksi kejahatan di surabaya. "Dengan bersilahturahmi dan berbuka bersama akan memupuk rasa kekeluargaan antar instasi pemerintah dan masyarakat," terangnya. (ze/bdh)
Berita Terkait