Saat ini Yani telah menyelesaikan tulisan sampai 3 juz dan ditargetkan akan selesai 30 juz dalam 5 bulan ke depan. Dia mampu menyelesaikan empat lembar mushaf dalam sehari. Hingga kini, 48 buah spidol telah digunakan untuk menulis di atas lembaran kertas jenis Samson Kraft.
Warga Dusun Serut, Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ini mengaku belajar kaligrafi secara otodidak saat berada di dalam lapas. Ini merupakan karya keduanya yang dikerjakan saat menjadi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
"Saya pernah belajar ngaji di kampung. Tapi untuk belajar nulis huruf Arab memang saat di penjara tahun 2013 lalu," kata Yani kepada wartawan, Rabu (13/6/2017).
Napi Lapas Blitar Menulis mushaf Al Quran Foto: Erliana Riady |
Saat itu dia terlibat tindak asusila dan harus menjalani hukuman 4 tahun penjara. Selama masa penahanan, bapak dua anak ini juga menulis mushaf Al Quran dengan ukuran lebih kecil, yakni 79 x 110 cm. Karyanya saat itu telah dihibahkan ke Masjid Agung Kota Blitar.
"Saya juga ingin membuktikan kepada masyarakat, meskipun kami berada di dalam tahanan namun kami tetap bisa berkarya. Tetap bisa bermanfaat dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi umat. Saya berharap saat bebas nanti, kami bisa diterima kembali oleh masyarakat tanpa ada pandangan sinis dan penuh kecurigaan," tambahnya.
Saat menjalani masa pembinaan untuk kasus pembalakan liar ini, ide menulis mushaf justru datang dari Kalapas Kls II B Blitar, Rudi Sardjono.
"Kami dalam pembinaan memang berupaya memberikan fasilitas bagi warga binaan untuk tetap berkreasi. Saya dengar dulu, Yani ini pernah nulis mushaf Quran. Ini saya tawarin lagi ternyata mau, malah nantang dengan ukuran lebih besar," ungkap Rudi.
Napi Lapas Blitar Menulis mushaf Al Quran Foto: Erliana Riady |
Setelah selesai pembuatannya Al-Quran raksasa, akan diverifikasi oleh kementerian agama dan diperiksa kebenaran tulisan dan tanda bacanya. Rencananya, mushaf Al Quran karya Ahmad Yani ini akan dihibahkan ke Masjid Agung Wlingi, Kabupaten Blitar. (fat/fat)












































Napi Lapas Blitar Menulis mushaf Al Quran Foto: Erliana Riady
Napi Lapas Blitar Menulis mushaf Al Quran Foto: Erliana Riady