"Truk nggak jalan kencang, jalannya biasa saja dari arah Margomulyo ke arah Gresik," ujar Anton, salah satu warga kepada detikcom di lokasi, Senin (12/6/2017).
Sekitar 100 meter sebelum Jembatan Branjangan, kata Anton, laju truk mulai oleng. Dan tiba-tiba saja truk langsung terguling ke kiri. Muatan truk yakni kayu bengkirai langsung tumpah.
"Truk itu terbuka, nggak punya bak. Kayunya berserakan di pinggir jalan. Tapi truknya terguling di tengah jalan," kata Anton.
Anton yang sempat berbincang dengan sopir truk mengatakan bahwa si sopir mengaku berangkat dari Margomulyo hendak menuju ke Pergudangan Mutiara Langon Permai. Diduga truk terguling akibat muatannya yang tak tertata dengan imbang.
'Kayu yang dimuat sekitar 6 kubik, sebenarnya truk masih bisa memuat hingga 8 kubik, namun penataan kayu yang salah yang membuat truk tak imbang dan terguling," ujar Anton.
Anton sedikit banyak tahu tentang muatan truk karena dia merupakan mantan sopir truk. Hal itu, kata Anton, sempat diakui sopor truk. Sopir saat loading kayu merasa muatannya sudah cukup, tetapi terus saja ditambah.
"Saat berjalan di Margomulyo, sopir sudah sempat hendak terguling, tetapi diteruskan saja. Saat melewati jalan yang nggak rata di Jalan Tambak Langon, truk itu akhirnya terguling beneran," tandas Anton.
Akibat kecelakaan tunggal itu, arus lalu lintas dari dan menuju ke Surabaya atau Gresik mengalami kemacetan. Kemacetan terjadi karena truk yang terguling posisinya menutupi jalan yang kebetulan merupakan permulaan dari penyempitan Jalan Tambak Langon.
Untuk melakukan evakuasi, sebuah forklift berukuran cukup besar dikerahkan. Sebelum truk dikembalikan ke posisi semula, seluruh kayu yang masih ada di badan truk dipindahkan ke pinggir jalan. Setelah tak tersisa kayu di badan truk, forklift segera mengembalikan truk pada posisi semula. (iwd/fat)











































