Akibat kerasnya ledakan tersebut, ratusan rumah warga yang ada di sekitar mako rusak. Bahkan, seorang warga yang tengah hamil tua juga dikabarkan sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami syok.
"Kami kaget sekali tadi. Karena suara dentumannya sangat keras. Rumah saya sampai bergetar seperti ada gempa bumi," kata Taufik, salah seorang warga setempat.
Pengamatan detikcom, ledakan itu bukan hanya memecahkan kaca rumah warga sekitar lokasi, beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan pada bagian genteng dan plafon.
Tak ada satupun pihak Kompi 3 Batalyon B yang bias dikonfirmasi. Ketika wartawan mencoba untuk masuk ke mako, sejumlah petugas Brimob menghadang dan melarangnya dengan alasan masih dilakukan penyisiran.
Kapolres Bondowoso AKBP Taufik HZ yang sempat dikonfirmasi mengatakan, ledakan itu berasal dari bahan peledak peletasan yang sempat diamankan Pelres Bondowoso beberapa hari sebelumnya.
"Sesuai prosedurnya, bahan itu memang kami serahkan ke Brimob untk disposal atau dimusnahkan," kata Taufik HZ.
Dia juga berjanji akan menanggung dan membantu semua rumah warga sekitar yang mengalami kerusakan. "Masih kami lakukan pendataan rumah-rumah yang terdampak," jelasnya. (bdh/bdh)











































